Kota Pahlawan Menjaga Meja Makan Nataru

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Kepolisian menggelar operasi pasar jelang Nataru. - Istimewa

Angka itu menjadi penyangga psikologis penting di tengah kekhawatiran publik yang kerap muncul menjelang momen Nataru. Pemerintah kota tampaknya ingin memastikan bahwa kecemasan tak berubah menjadi panic buying—sebuah siklus yang justru mempercepat lonjakan harga.

Untuk menahan laju kenaikan, Pemkot Surabaya mengandalkan satu instrumen yang kian diperkuat: Kios TPID. Melalui kios ini, pasokan disalurkan langsung kepada pedagang pasar dengan harga lebih rendah, menciptakan rem alami terhadap gejolak harga di tingkat konsumen.

Pengawasan tidak berhenti pada bahan segar. Menjelang musim parsel, Pemkot juga menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk memeriksa produk olahan. Fokusnya meliputi tanggal kedaluwarsa, izin edar, hingga kondisi fisik kemasan—mulai dari kebocoran, penyok, sampai karat.

Bacaan Lainnya

Langkah ini, menurut Agung, akan dilakukan berulang. Sepanjang Desember, pengawasan direncanakan berlangsung hingga tiga kali. “Kami mengimbau masyarakat Surabaya untuk tidak panik belanja. Ketersediaan bahan pokok cukup dan terus diawasi ketat menjelang Nataru,” ujarnya.

Di tengah ritme belanja yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun, Surabaya sedang berupaya menjaga keseimbangan rapuh antara permintaan, pasokan, dan rasa aman. Bukan dengan retorika, melainkan dengan kehadiran langsung di pasar—tempat denyut ekonomi warga berdenyut paling jujur.***

Pos terkait