Selain itu, Komnas Haji menyoroti ketepatan waktu penerbangan saat fase pemulangan jemaah yang mengalami keterlambatan hingga lebih dari enam jam. Masalah akomodasi juga menjadi catatan, khususnya terkait hotel di sektor 10 kawasan Aziziyah yang dinilai sudah tua dan berlokasi cukup jauh dari Masjidil Haram.
Terkait rekrutmen petugas, Mustolih meminta perbaikan pada sistem berbasis daring yang dinilai belum andal. “Sistem yang dibangun masih sering mengalami gangguan sehingga akses bagi ribuan pendaftar tidak efisien,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk mengejar target raihan Labbaitum Award di tahun mendatang. Penghargaan dari pemerintah Arab Saudi ini menjadi legitimasi dunia internasional terhadap kualitas manajemen, digitalisasi layanan, hingga kepatuhan regulasi.
”Komnas Haji dan Umrah berharap capaian hasil indeks kepuasan ini tidak membuat Kementerian Haji dan Umrah cepat puas, namun menjadi motivasi agar penyelenggaraan ibadah haji terus membaik,” kata Mustolih.***





