Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair), Prof Bagong Suyanto mengklarifikasi, pihaknya sementara membekukan status kepengurusan Presiden BEM, Tuffahati Ullayyah Bachtiar, Wapres BEM, Gavin Nayottama serta Menteri Kementerian Politik dan Kajian Strategis, Rizaldi Mahendra.
Prof Bagong menyebut, ketiga orang tersebut mengakui dan bertanggungjawab atas pemasangan karangan bunga ucapan selamat bernada kritik kepada Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tersebut.
“Tiga orang yang kami bekukan dari kepengurusan BEM. Ketua, wakil ketua, dan menteri politik karena tiga orang ini sudah diklarifikasi komisi etik dan mereka yang bertanggungjawab yang membuat dan memasang karangan bunga itu,” ungkapnya, Senin (28/10).
Walaupun ketiganya dibekukan sementara dari kepengurusan BEM FISIP Unair, Bagong menyatakan kerja-kerja dari kepengurusan Kabinet Panca Aksara BEM FISIP Unair tetap bisa berjalan seperti biasanya. Seperti acara sosialisasi pilkada yang dalam waktu dekat bersama KPU.
“Seluruh kegiatan BEM jalan terus, tapi kepengurusan tiga orang ini saya memutuskan membekukan sementara karena saya belum mendengar alasan dan mengapa diksi yang dipilih (dalam karangan bunga untuk Prabowo-Gibran) seperti itu,” tandasnya.
Guru besar Sosiologi FISIP Unair ini juga menyatakan, pembekuan terhadap status kepengurusan Presiden BEM, Wapres BEM, dan Menteri Kementerian Politik dan Strategis tersebut bukanlah sebagai hukuman bagi mereka. Menurutnya, pembekuan tersebut untuk memastikan setiap langkah dan aksi dari BEM FISIP UNAIR harus berlangsung dalam koridor yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Saya ini seperti bapak bagi mereka. Tujuannya bukan menghukum dan kami memastikan mereka melakukan apa pun dalam koridor yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelas Prof Bagong.
Sebelumnya, Dekanat FISIP Unair resmi membekukan BEM FISIP Unair, buntut aksi mereka memasang karangan bunga tentang pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.





