Kisah Mbah Tono, Pemulung Asal Ponorogo yang Bisa Naik Haji

Mbah Tono. FOTO: Dok. Istimewa
PONOROGO – Di tengah persiapan keberangkatan para jemaah haji di Embarkasi Surabaya, muncul kisah inspiratif seorang pria bernama Supartono atau biasa disapa Mbah Tono. Di usianya yang ke-61, Mbah Tono menapaki mimpinya untuk menunaikan ibadah haji, sebuah perjalanan spiritual yang dirindukannya sejak lama.

Mbah Tono, warga Kelurahan Tonatan, Kabupaten Ponorogo, adalah seorang pemulung yang dengan tekad dan kegigihannya berhasil mengumpulkan uang untuk membiayai perjalanan sucinya ini. Selain pemulung, Mbah Tono juga bekerja sebagai tukang becak dan pekerja serabutan.

“Saya tahun 1983 mulai narik becak dan mulung, terus diberi pekerjaan seseorang sebagai tukang sapu. Terkadang ya disuruh orang-orang memperbaiki atap (genting) ataupun motong kayu. Semua pekerjaan serabutan yang saya bisa, saya lakoni asalkan halal,” ujarnya, dikutip Ahad (19/5/2024).

Mbah Tono menceritakan awal mula ia memiliki tekad kuat untuk menunaikan rukun islam ke-5.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 1998 dia bermimpi digandeng seseorang keliling Ka’bah. “Saat saya terbangun, saya berdoa dengan penuh kesungguhan hati dan memohon kepada Allah Swt. agar diberi kemampuan untuk berhaji ke Tanah Suci,” ujar Mbah Tono.

Tak hanya sampai di situ, Mbah Tono juga mulai mewujudkan impiannya itu dengan menabung sedikit demi sedikit.

“Kadang Rp3.000 per hari. Kadang Rp5.000. Paling banyak pernah menabung Rp15.000,” jelasnya.

Meskipun penghasilannya tak seberapa, Mbah Tono tak pernah patah semangat. Ia yakin bahwa dengan ketekunan dan doa, Allah Swt. akan membuka jalan baginya untuk mewujudkan impiannya. Dan benar saja, setelah bertahun-tahun menabung, Mbah Tono akhirnya mampu mendaftar haji.

Mbah Tono bercerita, dari tahun ke tahun perjuangannya untuk mengumpulkan uang membuahkan hasil hingga dapat berangkat ke tanah suci. Mbah Tono yakin karena tekad kuatnya untuk berhaji ke Baitullah, Allah Swt. membukakan pintu rezeki dari arah mana saja.

Pos terkait