Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Pancasila Hilang di Mana?

Haedar Nashir
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat berada di rumah Bung Karno di Bengkulu. --Dok Muhammadiyah

Karena itu, pejabat publik, elite politik, dan tokoh bangsa harus menjadi teladan yang dapat dipercaya dan ditiru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di akhir refleksinya, Haedar mengingatkan bahwa Pancasila tidak cukup hadir dalam pidato dan slogan. Pancasila harus benar-benar tampak dalam praktik kehidupan masyarakat maupun penyelenggaraan negara.

“Jika nilai setiap sila Pancasila benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan pribadi, kolektif, dan penyelenggaraan negara, maka Pancasila hadir di Indonesia. Tetapi jika hanya kaya kata-kata dan miskin praktik, maka sejatinya Pancasila hilang dari bumi Indonesia,” pungkasnya.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait