Kebangkitan Spiritual Diprediksi Berawal dari Indonesia pada 2028-2029

Awalnya Mario belum menemukan keterkaitan antara dua baris pertama kuatrain tersebut. Namun, dia terus berusaha untuk menafsir. Untuk itu, dia mengaitkannya dengan Kuatrain  2/29—2029:

MATAHARI I

Tahun 2029

Kuatrain 2/29

L’Oriental sortira de son siege,

Passer les monts Apennins voir la Gaule

Transpercera le ciel les eaux et neige,

Et un chacun frappera de sa gaule.

 

Pria dari Timur itu akan meninggalkan rumahnya

Dan menyeberang Pegunungan Apennine, untuk pergi ke Prancis

Dia akan menusuk langit, laut, dan salju

Dia akan menyerang semua orang dengan tongkatnya.

Kuatrain tersebut berkaitan dengan kepercayaan orang Eropa, terutama orang Romawi dan Yunani. Ketika mati, mereka dikuburkan dengan menghadapkan kakinya ke timur—arah di mana sumber cahaya bernama matahari terbit. Posisi tersebut, menurut Mario, menunjukkan bahwa mereka yang meninggal berharap akan bangkit kembali sebagaimana terbitnya matahari dari timur.

Bagi orang Eropa, timur adalah sebuah konsep yang kuat, arah di mana mereka menghadapkan muka untuk mencari pencerahan. Arah di mana matahari terbit membawa cahaya. Maka, menurut Mario, dalam baris pertama Kuatrain 2/29, “Pria dari Timur itu akan meninggalkan rumahnya”, kemungkinan Nostradamus membicarakan tentang “orang dari timur” yang akan datang membawa pencerahan.

Bacaan Lainnya

Mario juga menilai bahwa maksud “pencerahan dari timur” itu adalah pencerahan spiritual. Jika yang dimaksud benar-benar pencerahan spiritual, di sinilah sinilah konsep “tongkat” pada baris terakhir Kuatrain 2/29 memiliki korelasi. Tongkat yang digambarkan Nostradamus itu, menurut Mario, adalah tongkat kerajaan kuno yang memiliki arti kekuatan, wewenang, dan martabat. Para raja memukulkan tongkat pada orang tertentu dengan tujuan mengangkat martabat mereka tinggi-tingginya—atau bisa ditafsirkan untuk memberi pencerahan.

“Memukulkan tongkat”, menurut Mario, juga bisa berarti menancapkan tongkat untuk dijadikan tiang penyangga tenda sebagai tempat berlindung. “Memukulkan tongkat” juga bisa ditafsirkan menggali lubang di tanah untuk menanam. Sementara tanaman memerlukan matahari agar bisa tumbuh menjadi tanaman pangan. Dengan kata lain, tongkat yang dipukulkan itu adalah “tongkat kehidupan” yang mendapat dukungan dari sinar matahari yang terbit dari timur. Mungkin, menurut Mario, maksud “memukulkan tongkat” dalam Kuatrain itu adalah perlambang dari doa.

Sebagaimana telah dibahas pada bagian terdaulu, Kuatrain 8/28 meramalkan keruntuhan finansial global yang disusul oleh kehampaan spiritual. Kehampaan itu akan ditemukan pada masyarakat Barat. Karena merasa hampa itulah, secara lambat laun terjadi upaya kembali pada agama, yang esensinya adalah spiritualitas yang mengembangkan kesadaran dan kasih sayang di dalam diri manusia. Agama yang tidak bersekutu atau tunduk pada kekuatan politik, alih-alih menjadi kendaraan politik.

Dan kebangkitan spiritual itu—sebagaimana tafsir Kuatrain 2/28 dan 2/29—akan muncul dari Timur. Bakal muncul dari mana? Untuk memverifikasinya, ada baiknya kita korelasikan ramalan Nostradamus itu dengan pesan Ali bin Abi Thalib ra.

Sebuah kitab yang dinisbatkan kepada Ali dengan judul Al-Jifr A’zham memuat pernyataan-pernyataan Ali bin Abi Thalib ra. yang diperolehnya dari Baginda Rasulullah Saw. Di antara pesan yang diterima Ali itu, Rasulullah menyebutkan adanya sebuah negeri yang akan membawa kebangkitan spiritual di akhir zaman. Namanya Negeri Al-Yaban.

Pos terkait