Kebangkitan Spiritual Diprediksi Berawal dari Indonesia pada 2028-2029

Ciri-ciri negeri itu sebagai berikut:

  • Mayoritas penduduk negeri itu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya;
  • Penduduk negeri itu berasal dari golongan ‘Ajam, yakni orang-orang non-Arab;
  • Penduduk negeri itu baik-baik dan banyak yang dapat membaca Al-Quran;
  • Negeri itu memiliki tanah yang sangat luas dan banyak orang yang hijrah (berpindah) ke negeri itu;
  • Negeri itu memiliki pulau yang jumlahnya lebih dari ratusan dan di negeri itu tinggal keturunan-keturunan Rasulullah (para habib dan sayyid—red);
  • Negeri itu banyak dinaungi oleh gunung-gunung yang besar dan di negeri itu sering terjadi gempa;
  • Negeri itu menjalin hubungan luar negeri dengan negeri-negeri yang ada di sekitarnya, yakni Negeri China yang berada di Timur Jauh dan negeri yang berada di belakang Laut Kuning yang namanya sesuai dengan nama rajanya yang dahulu, yang bernama Koreo (maksudnya Negeri Korea—red).
  • Di akhir zaman, negeri ini akan menjadi jaya (mencapai puncak kejayaannya—red), di mana semua pulau-pulau yang dimilikinya akan dibuka dan terbuka pada masa Imam Mahdi dan Nabi Isa as.

Yang dimaksud Negeri Al-Yaban bukan berarti Jepang—sebagaimana dalam bahasa Arab, “Al-Yaban” diartikan sebagai “Jepang”. Dr. Menachem Ali dalam buku Aryo-Semitic Philology: the Semitization of Vedas and Sanskrit Elements in Hebrew and Abrahamic Texts, menyebutkan bahwa kata “Yavan”—yang kemudian menjadi “Yaban”—merupakan istilah serapan dari bahasa Vedic Sanskrit (Sansekerta), berasal dari kosakata “Yava-Dvipam”, yang kemudian mengalami proses transliterasi menjadi “Jawa Dwipa”—yang berarti Pulau Jawa.

Dalam buku Java: Past & Present A Description of The Most Beautiful Country In The World, Its Ancient History, People, Antiquities, And Products, Donald Maclaine Campbell pada tahun 1915 menulis: “Javana atau Yavana, atau seringkali hanya disebut sebagai Java, adalah nama yang diberikan tidak hanya untuk Pulau Sumatera, tetapi juga untuk sebagian Pulau Borneo (Kalimantan) dan Semenanjung Malaysia (Pahang—red). Di samping itu juga mencakup seluruh kepulauan Indo-China.” Jadi, yang dimaksud Yavana atau Yavan, atau Al-Yaban, sesungguhnya merujuk kepada wilayah teritori Nusantara.

Bacaan Lainnya

Dalam literatur kuno yang berasal dari tahun 595 SM disebutkan bahwa calamus (sejenis bambu) yang diperjualbelikan di Pasar Barat berasal dari India Timur atau Indonesia sekarang ini, yang juga disebut sebagai “Javan”. Javan adalah nama salah satu cucu Nabi Nuh. Orang-orang barat menyebutnya Java, dan sekarang kita menyebutnya sebagai Pulau Jawa.

Dalam buku Java: Past & Present A Description Of The Most Beautiful Country In The World, Its Ancient History, People, Antiquities, And Products yang ditulis Donald Maclaine Campbell pada tahun 1915, disebutkan bahwa: “Pemerintahan, ilmu pengetahuan, dan seni berbicara secara luas tentang Japhetic, dan hanya tentang Japhetic saja. Hal ini menjadi alasan yang menjelaskan bahwa penduduk awal Pulau Jawa atau Pulau Java, saya ulangi, adalah ras asli yang muncul dari keempat putra Japhet, dan suku atau masyarakat pulau itu disebut dengan memakai nama putranya. Ras Jawa atau Ras Javan ini, selain menyebar ke Hindia Timur, Kamboja, Siam, juga ditemukan di Suriah dan Yunani.”

Pos terkait