Kesimpulannya sama: sistem pendengaran hama bisa dikacaukan oleh gelombang suara tertentu. Karinding, jauh sebelum istilah itu ada, sudah menerapkan prinsip tersebut.
Tapi di sini ceritanya jadi menarik—sekaligus sedikit rumit.
Klaim yang paling sering beredar menyebut karinding bekerja karena memancarkan gelombang ultrasonik. Klaim itu keliru. Ultrasonik adalah suara di atas 20 kilohertz, di luar batas pendengaran manusia. Kalau karinding benar ultrasonik, suaranya tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Faktanya, suara karinding terdengar jelas—bahkan bisa memancing emosi pendengarnya.
Lalu bagaimana karinding benar-benar bekerja? Mekanismenya lebih halus dari sekadar frekuensi tinggi—dan justru di situlah kecerdasan sesungguhnya tersimpan.
Selengkapnya baca di sini.





