Sebelum makanan menyentuh lidahmu, tubuhmu sudah mulai mencerna—dan jari-jarimu adalah pemicunya. Kebiasaan yang dianggap kuno ini ternyata punya mekanisme fisiologis yang baru kini bisa dijelaskan sains.
Garpu baru masuk ke Nusantara sekitar abad ke-16, dibawa pedagang Eropa yang datang mencari rempah. Sebelum itu, masyarakat Jawa dan Sumatra makan dengan cara yang—menurut Prof. Dr. Murdijati Gardjito, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan UGM—bukan lahir dari ketiadaan alat, melainkan dari sistem tata cara bersantap yang sudah berakar jauh lebih dalam.
Di Jawa, kebiasaan ini dikenal sebagai muluk. Di tanah Sunda ada tradisi makan nasi liwet di atas daun pisang. Orang Minang punya ritual aia basuah—mencuci tangan sebelum dan sesudah makan—sebagai bagian tak terpisahkan dari cara mereka menghormati makanan.
Yang menarik bukan soal alatnya, tapi soal apa yang terjadi di dalam tubuh ketika tangan menyentuh makanan.





