SURABAYA – Beredar kabar di media sosial bahwa kapal dagang ZIM Trade Israel akan berlabuh atau bersandar di empat kota di Indonesia, salah satunya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara tegas menyatakan bahwa Kota Pahlawan menolak kedatangan kapal dagang Israel tersebut. Eri mengungkapkan, pihaknya tidak memberikan izin untuk berlabuh kapal Israel itu di Surabaya. Penolakan ini sejalan dengan kebijakan yang sudah dikeluarkan Kementrian Perhubungan Indonesia (Kemenhub).
”Sama (tidak memberi izin). Kalau Kemenhub nggak mengeluarkan izin, kami juga nggak keluarkan,” kata Eri, Senin (8/1).
Menurut Eri, sikap penolakan ini adalah bentuk ketegasan pemerintah yang diteruskan oleh pemerintah daerah. Meski demikian hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kabar berlabuhnya kapal dagang Israel tersebut.
“Sebelum benar-benar berlabuh, kita duluan mengambil keputusan. Sehingga ada kejelasan juga di masyarakat mengenai sikap pemerintah,” tukasnya.
Kabar kapal ZIM milik Israel yang dikabarkan akan berlabuh itu diunggah media sosial Komandan Satuan Operasi Khusus Netizen julid Anti Israel Erlangga Greschinov melalui akun @greschinov. Akun tersebut mengunggah surat terbuka kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Dalam unggahannya, disebutkan bahwa kapal ZIM Trade akan berlabuh di Jakarta, Belawan, Semarang, hingga Surabaya. Dia juga menandai akun Instagram Budi Karya dan meminta Menhub melarang kapal ZIM Trade berlabuh di Indonesia.
Ilustrasi kapal ZIM Trade milik Israel. ___FOTO:Time of Israel





