DEMAK — Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Prof Mahfud MD, didaulat menjadi Anggota Kehormatan Banser. Penganugerahan dengan prosesi penyematan jaket Banser kepada Mahfud MD dilakukan Ketua Dewan Penasihat PC Ansor Demak, Gus Nurul Muttaqin, di sela acara Shalawat Persatuan Indonesia yang digelar di Lapangan Prampelan, Demak, Jawa Tengah, Jumat (5/1/2024) malam.
Dalam acara tersebut, penyematan jaket Banser turut dilakukan kepada dua tokoh lainnya, yaitu KH. Said Aqil Siradj dan Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo. Gara-gara memberikan gelar anggota kehormatan banser kepada Mahfud MD, Hary Tanoesoedibjo, dan KH Aqil Siradj, petinggi Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Demak terancam menerima sanksi pemberhentian.
“Pemberian gelar anggota kehormatan itu hak prerogatif Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor,” kata ketua PCGP Ansor Demak Lathifa Fahri, Minggu (7/1/2024) malam, dikutip dari jateng.jpnn.com.
Dia mengatakan acara pemberian gelar tersebut tanpa melalui koordinasi dengan PCGP Ansor Demak. “Tidak ada tembusan terkait pemberian gelar kehormatan tersebut. Tindak lanjut kami akan bersurat ke Pimpinan Wilayah GP Ansor Jateng dan Pimpinan Pusat karena itu sudah melanggar PD/PRT,” ujarnya.
Berdasarkan hasil rapat pimpinan harian dengan dewan panasehat PC Ansor Demak, pihaknya akan melakukan pergantian terhadap tiga pengurus. Mereka yang terancam dipecat, yakni Ketua Dewan Penasihat PC Ansor Demak Nurul Muttaqin, Wakil Sekretaris PC Ansor Demak yang juga Ketua PAC Ansor Sayung Jumianto, dan wakil bendahara PC Ansor Demak yang juga Kastkoryon Banser PAC Sayung Mukoib.
“Semua bermasalah karena yang bisa memberikan gelar kehormatan itu PP, kalau mengatasnamakan PAC, bahkan PC pun tidak dibolehkan memberikan gelar kehormatan kepada orang lain,” tutur Fahri.
Anggota Dewan Penasehat PC Ansor Demak, Khoiri menambahkan pengajuan sanksi pemberhentian itu merupakan tindakan tegas. “Ini kami bertindak adil dan menegakkan aturan-aturan organisasi,” katanya.
Dia mengatakan tindakan sejumlah petinggi Ansor Demak yang menarik organisasi ini ke ranah politik praktis dinilai tidak pantas. “Seharusnya mereka bisa menjadi contoh, tetapi ini dia malah memobilisasi dengan begitu banyak, ada unsur kesengajaan,” katanya.
Dia mengatakan pemberian gelar anggota kehormatan selayaknya diberikan kepada orang-orang yang mengerti atau berjasa kepada Ansor-Banser. “Pak Mahfud dan Kiai Aqil itu nasabnya jelas NU, tetapi untuk yang lain ini mungkin tidak tahu apa yang namanya NU, Ansor, dan Banser,” katanya.
Khoiri menegaskan PP GP Ansor secara tegas melarang penggunaan atribut organisasi untuk berpolitik praktis dan/atau pengawalan kampanye. “Kesalahan fatalnya, ada pemberian jaket Banser dalam acara tersebut,” katanya.





