Kaesang Pernah Mendapat Arahan dari Presiden Jokowi, Suara PSI Naik Pesat dalam 30 Jam

(Tangkapan layar dari website SIAP: Sistem Informasi Administrasi PSI)
Dukungan dan Arahan Presiden Jokowi

Sebagaimana telah diketahui, saat ini PSI dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Pengamat politik dari Universitas Al-azhar Indonesia Ujang Komarudin bahkan pernah mengatakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partainya Jokowi.

“Saya sih melihat kalau PSI itu partainya Jokowi dari dulu. Walaupun Jokowinya masih jadi kader PDIP,” kata Ujang, Senin, 29 Januari 2024 lalu.

Bacaan Lainnya

Kaesang sendiri tercatat bertemu dengan Presiden Jokowi ketika kampanye di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu, 3 Februari 2024. Waktu itu Kaesang bilang bapaknya banyak memberikan arahan—tapi sifatnya rahasia.

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep saat melakukan pertemuan di kawasan Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 3 Februari 2024. Presiden Joko Widodo meyakini PSI bisa mendapatkan kursi di DPR RI pada Pemilu 2024. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

“Banyak sekali arahan (ketika bertemu di Bandung). Banyak, tetapi itu rahasia,” kata Kaesang, usai kampanye akbar PSI di Denpasar, Bali, Senin, 5 Februari 2024—atau dua hari setelah pertemuannya dengan Jokowi di Bandung.

Intinya, kata Kaesang, dalam pertemuan di Bandung , Presiden Jokowi memberikan dukungannya terhadap PSI, terutama dalam upaya partai mendapatkan kursi di DPR RI.

“Yang pasti, beliau mendukung kami untuk bisa masuk ke Senayan pada Pemilu 2024,” katanya, dikutip dari tempo.co, Selasa, 6 Februari 2024.

Terkait Partai Gelora, Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih pernah menyatakan adanya dugaan kecurangan verifikasi faktual partai politik calon peserta Pemilu yang dilakukan oleh KPU. Kecurigaan tersebut mereka sampaikan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi II DPR, Rabu, 11 Januari 2023 tahun lalu..

Saat itu, Koalisi Masyarakat Sipil sempat menyebut beberapa nama dan lembaga, termasuk Partai Gelora, yang diduga diloloskan jadi peserta Pemilu 2024 meski tak memenuhi syarat lolos verifikasi faktual. Bahkan, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil, yang juga komisioner KPU 2012-2017, Hadar Nafis Gumay, sempat menyebut jika Istana ikut terlibat. Hadar ketika itu memaparkan bukti-bukti tangkapan layar untuk mendukung klaimnya.◼︎

 

Pos terkait