Kaesang Pernah Mendapat Arahan dari Presiden Jokowi, Suara PSI Naik Pesat dalam 30 Jam

(Tangkapan layar dari website SIAP: Sistem Informasi Administrasi PSI)

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengaku merasa heran dengan peningkatan suara PSI tersebut. Menurut dia, itu aneh.

“Ternyata bukan hanya PSI, tapi juga Gelora yg mengalami penambahan suara tak wajar. Bagaimana sikap partai2 lain? Kayak adem-adem aja,” demikian tulis Burhanuddin di akun X @BurhanMuhtadi, Jumat (1/3/2024)

Bacaan Lainnya

Menurut Burhanuddin, untuk menguji data kenaikan pesat tersebut, pihaknya akan membandingkan formulir C1 di TPS sample quick count Indikator dengan data KPU yg tersedia di Sirekap. “Saatnya kita gunakan fungsi utama quick count, yakni mengontrol KPU,” tulis Burhanuddin.

Profesor Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menjelaskan kenaikan suara PKB, dan partai-partai lain selain PSI dan Gelora yang stabil sejak awal.

“PKB naik turun suaranya, smooth sejak awal. Demikian juga dg partai2 lain. Sementara perolehan suara PSI “meledak” hanya dlm beberapa hari terakhir saja. Biasanya kalau data masuk di Sirekap sudah besar dan proporsional, suara partai-partai tidak akan sedinamis ini,” imbuh Burhan.

“Saya sudah banyak bicara soal ini. Secara statistik hasil hitung semua lembaga sudah jelas kesimpulannya. Kalau terjadi anomali antara hasil hitung cepat dengan real count KPU, kenapa hanya terjadi pada PSI? Saya ngga paham,” cuit Burhan.

Burhanuddin juga menilai, jika dilihat data real count KPU ketika mencapai 65,7 persen, perolehan suara PKB juga tampak anomali. Ketika berdasarkan hitung cepat Indikator Politik Indonesia PKB mendapat suara 10,49 persen, real count menyebut partai yang diketuai Muhaimin Iskandar ini mendapat suara 11,57 persen. Burhanuddin juga berkomentar soal anomali perolehan suara PSI,

Burhanuddin juga menyinggung penurunan persentase raihan suara ‘pemimpin klasemen sementara’ Pileg 2024, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Burhan menyebut partai ini mengalami sedikit penurunan persentase. Pada Kamis, 29 Februari 2024, perolehan suara PDIP mencapai 12.566.633 atau setara 16,44 persen. Pada Jumat, 1 Maret 2024 siang, suara partai berlambang kepala banteng tersebut bertambah menjadi 12.584.432 suara, namun persentase suara mereka turun ke angka 16,41 persen.

Sementara itu, menurut Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, wajar terjadi penambahan suara saat KPU melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024.

Karena itu, dia mengingatkan semua pihak agar tidak tendensius dalam menyikapi penambahan suara untuk PSI.

“Penambahan termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut,” kata Grace Natalie dalam siaran resmi PSI di Jakarta, Sabtu, 2 Maret 2024, seperti dikutip Antara.

Grace menambahkan berbagai kemungkinan masih dapat terjadi selama KPU merekapitulasi suara para pemilih.

Pos terkait