Tim dokter menyatakan Troy meninggal dunia pada pukul 14.25 Wita. Berdasarkan pemeriksaan fisik awal, tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan dan kematian dinyatakan disebabkan oleh sebab alami. Keluarga juga menyampaikan bahwa Troy memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat.
Meski demikian, kepolisian tetap melakukan prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan visum lanjutan guna memastikan seluruh fakta medis serta forensik.
Pionir Komunikasi Otorita IKN
Kepergian Troy menjadi kehilangan bagi Otorita IKN. Ia dikenal sebagai salah satu pejabat generasi awal yang mengawal komunikasi publik pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, Troy memiliki karier panjang sebagai jurnalis dan praktisi komunikasi. Sejak awal pembangunan IKN, ia menjadi salah satu wajah utama yang menjelaskan perkembangan proyek strategis nasional tersebut kepada media dan masyarakat.
Jenazah Troy diterbangkan ke Jakarta setelah proses administrasi dan penghormatan di RS Hermina IKN selesai untuk diserahkan kepada keluarga.***





