IKN Gelar Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara, Basuki: “We Are at the Point of No Return”

Progres IKN terkini. - Dok. Otorita IKN
Sayembara Desain Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara di IKN resmi dibuka 5 November 2025, menandai babak baru pembangunan Ibu Kota Negara menuju target 2028.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggelar Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara (Nusantara Cultural Center) mulai 5 November 2025. Kawasan ini akan dibangun di atas lahan seluas 33,38 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan sayembara ini merupakan kolaborasi antara Otorita IKN dan Kementerian Kebudayaan, dengan dukungan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI).

“Sayembara ini sangat dibutuhkan dalam proses transformasi di IKN. Kawasan kebudayaan ini akan menempati lahan sekitar 33 hektare dengan enam unit utama bangunan: museum, concert hall, galeri kebudayaan, taman budaya, perpustakaan, dan sport hall,” ujar Basuki, Senin (3/11).

Bacaan Lainnya

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan IKN sebagaimana tercantum dalam Perpres 12/2025 tentang RPJMN 2025–2029 dan Perpres 79/2025 yang menargetkan Nusantara menjadi Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028.

Basuki menegaskan, pembangunan IKN telah masuk tahap tak bisa mundur lagi. “We are at the point of no return. Tidak ada keraguan dalam membangun IKN,” tegasnya.

Pemerintah juga telah mengalokasikan Rp 48,8 triliun untuk pembangunan IKN periode 2025–2029. Selain dari APBN, dana juga berasal dari investasi dalam dan luar negeri dengan total komitmen Rp 225,02 triliun, terdiri atas Rp 66,3 triliun investasi swasta dan Rp 158,72 triliun melalui skema KPBU untuk infrastruktur dan hunian.

Sejalan dengan visi Asta Cita keempat Presiden Prabowo mengenai penguatan sumber daya manusia, Otorita IKN juga mengelola sektor pendidikan di kawasan tersebut berdasarkan PP Nomor 27 Tahun 2023. Targetnya, layanan pendidikan dari PAUD hingga SMA di KIPP dapat beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, dengan standar internasional yang tetap inklusif.***

Pos terkait