Pejuang Hak Cipta dan Tata Kelola Administrasi Musisi
Selain berdiri sebagai komposer, publik mengenal James sebagai sosok advokat yang gigih memperjuangkan keadilan administratif dan tata kelola ekonomi musisi. Sebagai komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan pengurus Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), James mengkritisi sistem hak cipta nasional yang ia anggap masih carut-marut.
Ia tak segan mengambil langkah tegas mendaftarkan karyanya langsung ke Copyright Office di Washington DC, Amerika Serikat. Langkah ini ia ambil sebagai teguran nyata atas banyaknya celah dalam perlindungan hak kekayaan intelektual pencipta lagu di Indonesia. “No song, no music industry,” tegas James, mengingatkan pentingnya transparansi sistem perlindungan bagi para pekerja kreatif.
Seribu Tahun Cahaya: Cinta Terakhir dan Peringatan Era Kecerdasan Buatan
Menjelang akhir hayatnya, James mempersembahkan mahakarya terakhir berjudul “Seribu Tahun Cahaya” pada 15 Oktober 2025. Lagu pop/EDM ini ia dedikasikan khusus sebagai surat cinta untuk sang istri, Lia Sundah Santoso, yang merawatnya melewati masa-masa kritis.
Menariknya, James merilis lagu ini serentak dalam tiga bahasa—Indonesia, Inggris, dan Jepang—dan menggandeng talenta muda seperti Claudia Emmanuela Santoso dan Meilody Indreswari. Proyek masif ini memberikannya rekor MURI.
Lebih jauh, perilisan karya ini membawa pesan filosofis yang tajam mengenai etika teknologi. James menjadikan lagu ini sebagai eksperimen sekaligus pernyataan sikap sebelum arus Kecerdasan Buatan (AI) mendominasi ranah kreatif profesional. “Itu adalah gambaran dari eksperimen saya sebelum zaman akan dikuasai oleh AI. Itulah alasan saya harus segera merilis tahun ini, karena AI sebentar lagi merebut pekerjaan banyak orang,” ungkap James.
Jejak yang Tak Akan Padam
Dedikasi James F. Sundah membuahkan hasil manis ketika Anugerah Musik Indonesia (AMI) menyematkan penghargaan bergengsi “Lifetime Achievement Awards 2025” kepadanya. Penghargaan ini menjadi penutup puitis bagi perjalanan karir sang seniman.
Industri kini kehilangan sosok kritikus, kreator, sekaligus pelindung. Namun, seperti judul lagu yang pertama kali melambungkan namanya, warisan, gagasan, dan perjuangan James F. Sundah akan terus menyala laksana lilin-lilin kecil yang menerangi perjalanan musik Indonesia dari masa ke masa. ***





