“Mulai hari ini sampai dengan mudah-mudahan tanggal 22 Juni tahun 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yang namanya adalah Semanggi,” ujar Pramono.
Istilah “etalase” menyiratkan lebih dari sekadar taman kota. Ia mengandung ambisi untuk menjadikan Semanggi wajah baru ibu kota—ruang yang tidak hanya hijau, tetapi representatif, terbuka, dan hidup.
Jakarta, yang selama bertahun-tahun berjuang dengan persoalan kemacetan, banjir, dan penurunan muka tanah, kini menempatkan ruang publik sebagai bagian dari narasi pembaruan. Taman bukan lagi pelengkap, melainkan simbol kualitas hidup.
Tiga Pilar Konsep: Regenerasi, Reconnection, Reactivation
Revitalisasi dilakukan di atas lahan sekitar 6 hektare. Konsepnya bertumpu pada tiga aspek: regenerasi gagasan, reconnection, dan reactivation.
Regenerasi gagasan berarti pembaruan cara pandang terhadap taman kota. Ia bukan sekadar hamparan rumput dan pepohonan, melainkan ruang interaksi sosial, ruang budaya, bahkan ruang ekonomi kreatif.
Reconnection atau keterhubungan menekankan integrasi taman dengan lingkungan sekitarnya—baik secara fisik maupun sosial. Di kawasan Semanggi yang dikelilingi simpang susun, perkantoran, dan pusat bisnis, keterhubungan menjadi tantangan sekaligus peluang. Taman diharapkan tak lagi terisolasi oleh arus kendaraan, tetapi terjalin dengan pejalan kaki, komunitas, dan aktivitas publik.
Sementara reactivation berbicara tentang pengaktifan ruang. Taman yang sepi akan kembali dihidupkan melalui desain, program, dan tata kelola yang mendorong kehadiran warga. Ruang publik, pada akhirnya, hanya berarti jika ia benar-benar digunakan.
Ruang Publik dan Politik Anggaran
Langkah revitalisasi tanpa APBD ini membuka babak diskusi baru tentang model pembiayaan ruang kota. Di satu sisi, kolaborasi dengan swasta memberi fleksibilitas fiskal. Di sisi lain, ia menuntut transparansi dan pengawasan agar kepentingan publik tetap menjadi pusat.
Pramono memilih jalan tengah: menerima investasi, tetapi mempertahankan identitas. Nama Semanggi tidak dijual. Itu pesan yang ingin ditegaskan.





