Gubernur Jakarta instruksikan seluruh wali kota berantas ikan sapu-sapu yang terbukti mengandung logam berat dan bakteri berbahaya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh wali kota administrasi untuk membasmi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota. Perintah ini diperkuat hasil uji laboratorium yang membuktikan ikan tersebut mengandung zat berbahaya melebihi ambang batas aman.
“Dari hasil lab, kadar batasnya itu 0,3 miligram. Ikan ini melebihi itu sehingga berbahaya kalau dikonsumsi. Ada timbal dan lainnya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menambahkan bahwa ikan sapu-sapu juga mengandung bakteri Salmonella dan E. coli, serta residu logam berat yang melampaui batas pencemaran yang diizinkan.
Spesies Invasif Perusak Ekosistem
Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) merupakan spesies invasif asal Amerika Selatan yang kini memenuhi sungai-sungai Jakarta. Selain menjadi predator bagi ikan lokal seperti wader, ikan ini merusak tanggul karena membuat lubang di struktur turap sebagai sarangnya.
“Mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Operasi lapangan sudah dimulai sejak 10 April 2026 di Kali Cideng, depan Plaza Indonesia, Menteng, dengan mengerahkan 100 personel gabungan. Sebanyak 41 ekor ikan berukuran besar berhasil ditangkap, dimatikan, lalu dikubur. Pemkot memastikan ikan dalam kondisi mati sebelum dikubur karena kemampuan bertahan hidupnya yang tinggi.
Pada 17 April 2026, operasi diperluas secara serentak ke seluruh lima kota administrasi Jakarta. Pramono turun langsung ke RW 06, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyaksikan penangkapan oleh Pasukan Biru Dinas Sumber Daya Air dan Pasukan Oranye PPSU.
Pramono menegaskan penanganan akan dilakukan secara rutin dan terkoordinasi — bukan sekadar seremonial. Ia berharap Jakarta bisa menjadi percontohan nasional dalam pengendalian spesies invasif.





