Seniman Surabaya Sambut Transformasi DKS Jadi Dewan Kebudayaan

Dewan Kebudayaan Surabaya
Balai Pemuda yang menjadi markas Dewan Kebudayaan Surabaya (DKS). DISKOMINFO SURABAYA
Kalangan seniman Surabaya merespons positif rencana perubahan Dewan Kesenian Surabaya menjadi Dewan Kebudayaan.

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya disambut baik oleh pelaku seni. Transformasi ini dinilai sebagai langkah memperluas cakupan kelembagaan dari sekadar seni menuju ekosistem kebudayaan yang lebih menyeluruh.

Pegiat teater sekaligus Ketua Umum Bengkel Muda Surabaya, Heroe Budiarto, menilai kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Menurut saya bagus. Karena pemerintah melaksanakan daripada amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 tahun 2017,” ujar Heroe, Minggu (19/4/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, DKS selama ini hanya mencakup satu aspek dari objek pemajuan kebudayaan. Padahal kebudayaan meliputi adat istiadat, ritus, hingga pengetahuan tradisional — jauh lebih luas dari sekadar seni.

“Dengan adanya Surabaya mengambil langkah untuk bertransformasi adalah sebuah langkah yang tepat,” katanya.

Harap Ruang Alternatif Diperluas

Seniman lukis Muit Arsa juga menyambut positif perubahan ini. Ia berharap transformasi kelembagaan diikuti dengan peningkatan dukungan yang lebih merata bagi para pelaku seni, termasuk ketersediaan ruang berekspresi.

“Kalau saya melihatnya positif. Harapan saya dengan adanya Dewan Kebudayaan ini kegiatan kesenian di Surabaya akan lebih baik lagi,” ujar Muit.

Ia secara khusus mendorong agar Gedung Barat bisa difungsikan sebagai galeri seni dan ruang alternatif selain fasilitas yang sudah ada. Menurutnya, ruang-ruang baru akan memperluas akses seniman sekaligus mendekatkan kegiatan seni kepada masyarakat.

Muit juga mengharapkan dialog yang lebih intensif antara Pemkot dan komunitas seni. “Saya berharap langkah ke depan akan ada dialog-dialog yang positif dengan para teman-teman seniman supaya kehidupan kesenian kita di Surabaya ini lebih baik lagi,” pungkasnya.

Dewan Kebudayaan Surabaya sendiri telah terbentuk pada Februari 2026 melalui musyawarah dengan mekanisme aklamasi. Lembaga ini merupakan transformasi dari DKS dan dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas komunitas seni dan budaya di Kota Pahlawan.***

Pos terkait