Namun, catatan tandang ke Singapura tetap menjadi perhatian. Dalam dua kunjungan terakhir ke Stadion Jalan Besar, Indonesia belum mampu meraih kemenangan. Garuda kalah 0-1 pada Piala AFF 2018 sebelum bermain imbang 1-1 pada semifinal Piala AFF 2020.
Selain menghadapi tekanan hasil, Indonesia juga harus beradaptasi dengan karakter rumput sintetis Stadion Jalan Besar yang membuat aliran bola lebih cepat. Karena itu, tim berangkat lebih awal ke Singapura agar para pemain memiliki waktu menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.
John Herdman diperkirakan tetap mengandalkan formasi 3-4-3. Maarten Paes akan mengawal gawang, didukung tiga bek Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner. Di lini tengah, Thom Haye dan Ivar Jenner menjadi poros permainan dengan dukungan Sandy Walsh serta Calvin Verdonk di sektor sayap. Sementara lini depan diperkirakan diisi Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, dan Marselino Ferdinan.
Di kubu tuan rumah, Gavin Lee diprediksi tetap menggunakan formasi 4-3-3. Singapura mengandalkan pengalaman Hariss Harun sebagai pengatur permainan serta kecepatan Ilhan Fandi, Faris Ramli, dan Shawal Anuar untuk melancarkan serangan balik.
Pertandingan diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama. Indonesia diperkirakan tampil lebih agresif karena hanya kemenangan yang bisa membuka jalan menuju semifinal. Sebaliknya, Singapura berpeluang bermain lebih sabar dengan pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat.
Bermodal rekor pertemuan yang lebih baik dan materi pemain yang kompetitif, Indonesia memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin. Meski demikian, efektivitas penyelesaian akhir, disiplin bertahan, dan kemampuan beradaptasi dengan rumput sintetis, diperkirakan menjadi faktor yang menentukan nasib Skuad Garuda di ASEAN Hyundai Cup 2026.***





