Ironi Pengusaha Ivan Sugianto: Setelah Viral Marah-marah di Sekolah, Rekening Diblokir PPATK karena Diduga Terkait Judol

Ivan Sugainto ketika diamankan petugas Polrestabes Surabaya di Bandara Juanda, Surabaya. (Dokumentasi Polda Jawa Timur)
Sudah Berdamai, tetapi Tetap Diproses

Sebagai informasi, Ivan ditangkap sebagai buntut keributan di SMAK Gloria 2 Surabaya. Kejadian tersebut sempat viral di media sosial.

Dalam video yang beredar itu seorang pria dewasa—yang kemudian diyakini sebagai Ivan—tampak mengintimidasi salah seorang siswa atau anak di bawah umur. Dia bahkan menyuruh anak itu bersujud dan menggonggong.

Salah seorang sekuriti di SMAK Gloria 2, Kaslan, mengatakan, peristiwa itu terjadi Senin sore, 21 Oktober 2024, ketika para siswa pulang sekolah.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya jam 16.00 WIB setelah pulang sekolah,” kata Kaslan kepada wartawan, Selasa (12/11/2024).

Ivan Sugianto tiba di SMA Kristen Gloria 2 bersama sekelompok orang untuk mencari seorang siswa berinisial EN.

Ivan disebut tidak terima anaknya, EL, yang bersekolah di SMA Cita Hati Surabaya, diejek EN saat bertanding basket di sebuah mal di Surabaya.

“Saling ejek di lapangan kemudian (berlanjut) di media sosial,” ucapnya.

Ivan meminta EN untuk meminta maaf sembari memaksanya bersujud dan mengonggong. Sejumlah guru, sekuriti, bahkan bhabinkamtibmas setempat berusaha menengahi.

Buntut dari keributan itu, SMA Kristen Gloria 2, melalui salah seorang gurunya, membawa peristiwa itu ke jalur hukum pada Kamis, 28 Oktober 2024.

Ivan Sugianto sendiri diketahui telah sepakat berdamai dengan orang tua EN. Video kesepakatan tersebut juga telah tersebar di media sosial.

Tangkapan layar rekaman video klarifikasi dan perdamaian antara Ivan Sugianto dan orang tua EN.

Namun demikian, Polda Jatim menyatakan tetap memproses Ivan secara hukum. Hingga akhirnya dia ditangkap di Bandara Juanda Surabaya.***

Pos terkait