Imigrasi Surabaya Gagalkan Penyelundupan Belasan WN Nepal dan India ke Eropa

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan manusia ke Eropa via Indonesia. Foto:IST
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan manusia ke luar negeri yang melibatkan 17 warga negara Nepal dan India. Korban diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke negara-negara Eropa dengan memanfaatkan Indonesia sebagai negara transit.

“Operasi ini kami ungkap berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima pada Senin, 16 Desember 2024,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ramdhani, Senin, 20 Januari 2025.

Menurut Ramdhani, saat investigasi awal ditemukan 18 warga negara Nepal dan seorang warga negara India yang menggunakan dokumen izin tinggal yang diperoleh secara tidak sah.

“Setelah penyelidikan lebih lanjut, kami menetapkan tiga orang sebagai tersangka utama,” katanya.

Bacaan Lainnya

Tiga tersangka tersebut adalah B.B.B.K. (WN Nepal) yang berperan sebagai penyelundup utama, S.K. (WN India) yang menyediakan fasilitas untuk para korban, serta L.T. (WN Indonesia) yang diduga mendukung operasional penyelundupan.

Ramdhani menjelaskan bahwa modus operandi sindikat ini adalah memanfaatkan dokumen izin tinggal palsu untuk membawa para korban melalui Indonesia sebelum mereka diberangkatkan ke Eropa.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa paspor dan dokumen pendukung lainnya yang mengungkap modus penyelundupan ini,” ujar Ramdhani.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Surabaya yang terus berkomitmen membongkar jaringan penyelundupan manusia internasional.

“Perlindungan terhadap korban adalah prioritas utama kami, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” katanya.

Ramdhani juga menyampaikan komitmen Imigrasi Surabaya untuk mengungkap jaringan ini hingga tuntas. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mendukung program prioritas pemerintah.

“Kami mendukung penuh ‘Asta Cita’ Presiden Prabowo dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ini menjadi bagian dari komitmen kami menjaga keamanan wilayah dan menegakkan hukum,” ujar Ramdhani.

Pos terkait