JAKARTA — Tiga hari setelah pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, Ketua Bappilu DPP Golkar, mengajukan Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, sebagai calon kuat pengganti. Idrus menyebut Bahlil sebagai sosok yang layak memimpin Golkar dan telah mendapatkan dukungan dari lebih dari 30 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai.
Menurut Idrus, Bahlil tidak hanya memiliki rekam jejak positif yang membuatnya layak menjadi ketua umum, tetapi juga telah meraih dukungan signifikan dari kalangan kader Golkar di daerah. Idrus mengklaim bahwa lebih dari 30 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar telah menyatakan dukungannya kepada Bahlil, dengan angka riil mencapai 34 DPD. Meski demikian, ia tidak menyertakan bukti dokumentasi dari dukungan tersebut.

“Sudah lebih dari 30 DPD yang mendukung, dan jumlah itu akan terus bertambah,” ujar Idrus di IM Center, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2024). Menurutnya, dukungan yang melimpah ini tidak melibatkan lobi-lobi, dan ia menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak memiliki peran dalam dorongan Bahlil untuk posisi ketua umum Golkar.
Idrus juga menolak spekulasi yang mengaitkan dukungan Bahlil dengan intervensi dari Jokowi. “Saya yakin tidak ada campur tangan dari Presiden,” tegasnya. Sebaliknya, ia menggarisbawahi bahwa dukungan Bahlil datang karena kiprahnya yang impresif di pemerintahan dan prestasinya sebagai kader Golkar.





