Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam Menjelang Musda

Ilustrasi. AI GENERATE
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas ditikam di Langgur, tiga hari sebelum Musda. Polisi mengamankan dua terduga pelaku.

Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas setelah ditikam orang tak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu, 19 April 2026.

Peristiwa itu terjadi tiga hari sebelum Musyawarah Daerah Golkar Maluku Tenggara dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026. 

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan korban diserang sesaat setelah tiba dari Jakarta. “Korban ditikam orang tidak dikenal menggunakan pisau, lalu pelaku melarikan diri usai kejadian,” kata Rositah kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

Bacaan Lainnya

Polisi bergerak cepat setelah kejadian. Rositah menyebut dua jam sesudah penikaman, dua terduga pelaku berinisial HR dan FU berhasil diamankan. Hingga Minggu malam, penyidik masih mendalami motif dan peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut. 

Polisi Dalami Motif

Polda Maluku juga meminta masyarakat dan keluarga korban menahan diri agar situasi tidak memburuk. Rositah mengimbau tidak ada tindakan balasan yang dapat memicu gangguan keamanan di Maluku Tenggara. 

Imbauan itu disampaikan di tengah proses penyidikan yang masih berjalan. 

Dari internal partai, Ketua DPD I Golkar Maluku Umar Ali Lessy mengecam keras penikaman tersebut. Ia menegaskan kekerasan tidak bisa ditoleransi dan meminta semua kader tetap tenang sambil menunggu proses hukum.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Kami sangat berduka, sedih, dan marah atas peristiwa ini,” kata Sarmuji, Minggu, 19 April 2026, seraya meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut. 

Musda Dibayangi Duka

Penikaman terhadap Nus Kei langsung menyedot perhatian karena terjadi menjelang Musda Golkar Maluku Tenggara. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi kepolisian yang mengaitkan penyerangan itu dengan agenda politik internal partai. 

Pos terkait