ICW Mengeklaim Temukan Empat Persoalan Serius dalam Program MBG. Apa Saja?

Petugas dapur MBG mengemas makanan untuk penerima program. Tempat makan untuk kemasan ini, food tray, rencananya bakal diimpor. | Instagram BGN
Rentetan Keracunan

Di luar empat problem yang diurai ICW, masalah keracunan dalam program MBG juga terus terjadi. Setidaknya tercatat lebih dari 200 siswa yang jadi korban keracunan akibat menyantap menu MBG selama 2025.

Berikut ini bebrapa rekaman insiden keracunan program MBG yang tercatat oleh Samudra Fakta:

    • Kasus keracunan yang menimpa 78 siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, Jawa Barat. Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur bahkan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena kejadian tersebut.
    • Kasus keracunan 13 siswa di SDN 33 Kasipute, Bombana, Sulawesi Tenggara. Mereka muntah dan sakit perut setelah menyantap menu MBG berupa ayam tepung yang diduga basi
    • Kasus keracunan 60 siswa di SDN Proyonanggan 5 Batang, Jawa Tengah. Mereka mengalami mual dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan program MBG.
    • Kejadian keracunan menu MBG di SD Katolik Andaluri, Waingapu, Sumba Timur, yang menimpa 29 siswa.
    • Kejadian 40 siswa mengalami keracunan massal usai mengkonsumsi menu MBG di SDN Alaswangi 2, Pandeglang, Jawa Barat.

Jika mengacu pada kasus-kasus keracunan MBG di atas, setidaknya terdapat 260 siswa yang menjadi korban. Mayoritas korban MBG tersebut mengeluhkan gejala mual, diare, hingga sakit perut.

Bacaan Lainnya

Setelah insiden di Cianjur—yang ditetapkan sebagai KLB itu—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta agar sisa MBG dibersihkan di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Hal itu, kata dia, ada kaitannya dengan dugaan keracunan makanan yang dialami siswa di Cianjur.

Menurut Dadan, sisa makanan dapat menyebabkan keracunan. Dugaan itu akan dicek di laboratorium untuk mengetahui penyebab siswa keracunan saat menerima makanan dari MBG.

“Jadi, kami menambah SOP, bahwa sisa makanan itu tidak boleh dibersihkan di sekolah, harus dibawa ke SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

Dadan juga meminta agar wadah makan tidak menggunakan wadah plastik. Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu melakukan evaluasi setelah program MBG tersalurkan. Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan serta meminimalkan zero incident.***

Pos terkait