Tantangan Implementasi
Banyak pihak menilai kesepakatan ini baru langkah awal yang rapuh. Hamas belum memberikan daftar lengkap sandera, sementara Israel masih mempertahankan posisi militer di beberapa titik strategis. Infrastruktur Gaza yang rusak berat juga menghambat distribusi bantuan.
Pelucutan senjata Hamas menjadi isu paling sensitif. Tanpa mekanisme pengawasan yang jelas, proses perdamaian bisa tersendat. Begitu pula masa depan pemerintahan Gaza, apakah akan dikembalikan ke Otoritas Palestina atau dikelola oleh badan internasional sementara.
Harapan yang Tertunda
Kesepakatan ini disebut sebagai “titik balik” paling signifikan sejak pecahnya perang. Bila tahap awal ini berhasil, fase selanjutnya akan membahas rekonstruksi Gaza dan pengaturan politik pascaperang. Namun banyak pihak mengingatkan: gencatan senjata bukan berarti damai — hanya jeda rapuh di antara dua badai.
Dalam 72 jam pertama, dunia akan menunggu apakah Hamas benar-benar membebaskan semua sandera dan Israel menepati janji penarikan pasukan. Gaza yang porak-poranda kini menggantungkan harapan pada perdamaian yang mungkin — tapi belum pasti — datang.***





