Gempa M7,7 Nagekeo NTT Picu Tsunami 94 Sentimeter

Grafis ilustrasi pusat gempa NTT dan sebaran dampaknya. (AI Generate)

Gempa tersebut semula tercatat bermagnitudo 7,0, berpusat 38 kilometer timur laut Mbay, dengan kedalaman 10 kilometer. Parameter awal itu kemudian diperbarui BMKG menjadi M7,7 dengan pusat gempa bergeser menjadi 30 kilometer timur laut Mbay dan kedalaman 15 kilometer.

Perubahan parameter terjadi setelah BMKG memperoleh tambahan data dari jaringan sensor. Karena itu, M7,7 merupakan angka pemutakhiran yang digunakan dalam informasi resmi terbaru.

Guncangan dirasakan di hampir seluruh Pulau Flores, sebagian Sumba, Pulau Adonara, Solor, Lombok, Bali, dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Warga di Mataram dilaporkan berlarian keluar rumah karena getaran berlangsung cukup lama.

Bacaan Lainnya

Laporan awal juga menunjukkan kerusakan bangunan di Flores. Ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say di Maumere, Kabupaten Sikka, dilaporkan ambruk. Namun, jumlah keseluruhan bangunan rusak serta kemungkinan korban belum diumumkan secara resmi.

Gempa susulan masih terjadi setelah guncangan utama. BMKG mengingatkan warga agar tidak memasuki bangunan yang retak atau mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.

Hingga berita ini ditulis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan pemerintah daerah belum mengumumkan data terverifikasi mengenai korban jiwa, korban luka, jumlah pengungsi, maupun total kerusakan akibat gempa dan tsunami tersebut.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” demikian imbauan BMKG.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan