Selain itu, BRIDA juga memperkenalkan teknologi energi baru terbarukan (EBT) berupa mesin pirolisis, generator listrik tenaga angin, dan panel surya. Agus menegaskan, seluruh inovasi tersebut dikembangkan sebagai sarana edukasi, bukan untuk kebutuhan produksi energi. “Semuanya itu konteksnya adalah bukan untuk produksi, tapi itu untuk sarana edukasi. Sehingga anak-anak kita kalau ke mangrove juga belajar tentang mangrove-nya, juga EBT-nya,” tuturnya.
Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg. Bisukma Kurniawati mengatakan, KRM kini berkembang tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi laboratorium hidup yang menghubungkan riset, pendidikan, inovasi, hingga kebijakan publik.
“Di sinilah kita menghubungkan konservasi dengan penelitian, menghubungkan penelitian dengan pendidikan, dan pendidikan dengan inovasi. Inovasi dengan kebijakan publik serta kebijakan publik dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Bisukma.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan pelajar, mahasiswa, stakeholder, dan komunitas lingkungan yang menampilkan berbagai inovasi ramah lingkungan selama festival berlangsung. “Hari ini beberapa inovasi juga kita luncurkan sebagai penguat tekad bahwa langkah riset dilanjutkan inovasi adalah keniscayaan agar denyut nadi kemajuan tetap bersama dengan kita,” ujarnya.
Bisukma berharap, berbagai inovasi tersebut dapat mendorong riset terus berkembang menjadi solusi bagi masyarakat sekaligus memperkuat keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
“Mari kita jadikan Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai simbol bahwa Indonesia memilih jalan keseimbangan. Bahwa pembangunan di berbagai bidang termasuk industri dan pelestarian lingkungan bukanlah dua kutub yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dan masa depan yang sama,” harapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) R. Hendrian menyampaikan apresiasi atas perkembangan Kebun Raya Mangrove Surabaya. Menurutnya, pada 2025 kebun raya tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai kebun raya daerah dengan percepatan infrastruktur terbaik di antara 44 kebun raya daerah di Indonesia.





