Eropa dan Jepang ‘Siap Buka Selat Hormuz’, Harga Minyak dan Gas Melonjak

Kapal-kapal tanker berlayar di kawasan Teluk, di dekat Selat Hormuz, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran pada 11 Maret. - Reuters via Al Jazeera
Sejumlah negara Eropa dan Jepang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya membuka Selat Hormuz yang diblokade di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Langkah itu diambil saat harga minyak dan gas melonjak akibat gangguan pasokan dan serangan ke fasilitas energi di kawasan Teluk.

Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang dalam pernyataan bersama, Kamis (19/3/2026), menyatakan “kesiapan untuk berkontribusi pada upaya yang tepat guna memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz”. Mereka juga menyerukan “moratorium komprehensif segera atas serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk instalasi minyak dan gas.”

Pernyataan itu tidak merinci bentuk kontribusi yang dimaksud. Sebelumnya, negara-negara Eropa menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengerahkan kapal perang dalam koalisi angkatan laut.

Bacaan Lainnya
Harga Energi Terbang, Pasokan Terganggu

Pasar energi terpukul sejak perang pecah pada 28 Februari. Teheran menutup Selat Hormuz yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Serangan Iran ke fasilitas LNG terbesar dunia, Kota Industri Ras Laffan Qatar, pada Rabu (18/3) memperparah krisis.

QatarEnergy melaporkan “kerusakan luas” akibat rudal Iran di fasilitas yang memproduksi 20 persen pasokan LNG dunia. CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengatakan kerusakan mencakup fasilitas yang menghasilkan 17 persen ekspor LNG mereka dan butuh 3-5 tahun untuk diperbaiki.

Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, menegaskan klaim Iran yang menyerang pangkalan AS “tidak dapat diterima”. Sebab, serangan justru menghantam infrastruktur energi vital bagi Qatar dan dunia.

Akibatnya, harga gas Eropa melonjak 25 persen dan minyak mentah Brent mendekati 6 persen ke 113 dolar AS per barel pada Kamis (19/3). Harga gas Eropa telah melompat lebih dari 60 persen sejak perang dimulai.

Jepang di Antara Kepentingan dan Konstitusi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan, Jepang yang mendapat 95 persen pasokan minyak mentah dari Teluk, pasti ingin memastikan keamanan pasokannya. Pernyataan bersama ini muncul sebelum pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih.

Pos terkait