Devisa Anjlok, Pakar Sebut Destry Damayanti Masuk Lingkaran Setan

Destry Damayanti, calon tunggal Gubernur BI. (Tangkapan Layar YouTube BI)

​Cadangan devisa merosot dari USD154,6 miliar pada Januari 2026 menjadi USD145,3 miliar pada Juli 2026. Artinya, selama tujuh bulan, dana tersebut terkuras USD9,3 miliar atau berkurang kemampuan bayarnya sebesar USD1,32 miliar per bulan.

​Instrumen Moneter dan Pelemahan Rupiah

​Merosotnya cadangan devisa itu dinilai membuktikan instrumen moneter BI kurang ampuh. Noorsy mencontohkan kenaikan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang kini berada pada rentang 7,2 persen hingga 7,63 persen.

​Dampak dari kenaikan tersebut memicu lonjakan suku bunga tabungan dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Akibatnya, terjadi persaingan suku bunga antara SRBI, SBN, dan tingkat bunga bank sentral Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

​Kondisi tersebut diperparah oleh jatuhnya nilai tukar rupiah yang melampaui batas 10 persen. Pada saat yang sama, Indonesia masih sangat bergantung pada utang serta impor energi, bahan baku, dan teknologi.

​Peringatan Jelang Hari Kemerdekaan

​Ihwal kepekaan terhadap ekonomi global, Noorsy menegaskan hal itu belum cukup untuk memutus tren pelemahan rupiah. Persoalan utama terletak pada sistem ekonomi Indonesia secara struktural, fundamental, dan fungsional.

​Dalam menyambut 81 tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia, ia menilai Indonesia masih terjajah secara fiskal dan moneter berdasarkan rekam jejak data sejak 1964. “Buat Destry Damayanti, selamat menekuni lingkaran setan itu,” tuturnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan