Wakil Ketua Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto ingin penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 dilaksanakan dengan akuntabel, transparan, aman dan nyaman. Dengan alasan itulah, kata Dahnil, pemerintah membentuk BP Haji.
BP Haji, badan setingkat kementerian, dibentuk dengan tujuan agar pelayanan ibadah haji bisa dikelola satu atap. Badan ini juga bakal melibatkan berbagai instansi terkait untuk bisa terlibat langsung dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Saat ini masyarakat hanya mengetahui bahwa penyelenggaraan ibadah haji hanya tanggung jawab Kementerian Agama. Padahal, banyak instansi yang terlibat, di antaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan,” kata Dahnil, di Aula Gedung DPRD Sumatera Utara, Medan, Senin, 9 Desember 2024.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo ingin penyelenggaraan haji dilaksanakan di bawah BP Haji agar pelayanan lebih cepat dan akseleratif.
“Nantinya struktur organisasi BP Haji akan diisi dari lintas-institusi penyelenggaraan ibadah haji. Bahkan, BP Haji juga akan diisi beberapa orang jenderal bintang dua, kejaksaan, dan KPK,” katanya.
Kata Dahnil, saat ini BP Haji sedang fokus menata struktur organisasi, sembari menunggu revisi Undang-undang (UU) 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Ada tiga poin menjadi orientasi penting pelayanan haji yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu:
Pertama, memberikan perhatian tugas dan teknis penyelenggaraan ibadah haji. “Ibadah haji merupakan ritual tahunan dan pelaksanaannya harus dilaksanakan dengan aman, nyaman dan efisien,” kata Dahnil.
Kedua, menjadikan asrama haji sebagai pusat pengembangan ekonomi. Ekosistem ekonomi haji harus menjadi perhatian serius BP Haji, kata Dahnil, karena penyelenggaraan ibadah haji memiliki dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Asrama haji bisa dikelola jadi pusat pengembangan ekonomi, dan klinik haji bisa difungsikan 24 jam, tidak hanya di musim haji saja. Bahkan bisa ditingkatkan menjadi klinik pratama atau utama, dan rumah sakit haji,” kata Danil.





