“Kami enggak habis pikir bagaimana PKB bertanggung jawab pada pemenangan calon presiden, sedangkan pada ratingnya Muhaimin saja tidak bertanggung jawab,” kata dia.
Dia juga memastikan pihaknya akan tetap menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan partai politik, termasuk PKB.
“Arahan Ketua Umum PBNU Gus Yahya sangat jelas. Gus Yahya tidak pernah mempermasalahkan PKB, cuma pengenmenjaga jarak,” tutur Sulaiman.
Sulaiman juga membantah pernyataan pengamat politik Fahry Ali di sebuah stasiun televisi, yang menyebut bahwa pernyataan apa pun dari Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf tidak berpengaruh pada PKB.
”Jadi, Gus Yahya itu tidak pernah mempermasalahkan PKB. Hanya yang beliau sesalkan itu, ternyata pemilih PKB sendiri ogah sama Muhaimin. Ini, kan, fakta. Survei Kompas, PKB 7 persen, dan Muhaimin hanya 0,4. Kan, jomplang,” pungkas Sulaiman.
Nasyirul Falah Amru, Ketua Tanfidziyah PBNU, pun yakin suara warga nahdliyin tidak otomatis mendukung duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
”Suara NU di PKB berapa sih? Hanya 10 persen. Jumlah itu tidak akan berpengaruh sama sekali, apalagi capresnya Anies Baswedan. Warga NU pasti mikir,” kata Gus Falah, sapaan akrabnya, di Jakarta, Sabtu, 2 September 2023.
Klaim Dukungan Akar Rumput
Di bagian lain, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar, dalam sebuah acara, sebagaimana diunggah akun tiktok @nahdliyyinbersatu, menyatakan: ”Kita warga NU. Calon wapres yang nyata-nyata kader NU, ya, Gus Muhaimin. Calon wapres yang punya nasab ke-NU-an. Cicitnya Mbah Bisri (KH. Bisri Syansuri), ya, Gus Muhaimin.”
“Calon wapres yang punya pengalaman dibanting-banting,” lanjut Kiai Marzuqi, “diengkuk-engkuk (ditekuk-tekuk), ditempa, dituthuk-tuthuk (diketok kepalanya), dan tetap eksis, terbukti tahan banting, ya Gus Muhaimin. Dihina dan difitnah tetap tangguh, ya, Gus Muhaimin. Maka, bagi warga NU, tidak ada pilihan lain kecuali harus mengusung. Baik itu calon presiden atau calon wakil presiden. Seperti itu, saya sebagai Ketua PWNU (Jawa Timur), tidak boleh bicara begitu.”





