Dari Makam ke Pusat Jajanan, Inilah Kisah Legendaris Pasar Kembang Surabaya

Pasar Kembang Surabaya
Pasar Kembang Surabaya yang buka sejak dini hari. - Samudra Fakta
Pasar Kembang kini jadi pusat kulakan jajanan tradisional Surabaya.

Aktivitas dimulai sejak dini hari di Pasar Kembang. Deretan pedagang dan pembeli memenuhi lorong pasar yang dikenal sebagai pusat jajanan tradisional terbesar di Kota Pahlawan.

Pasar ini menjadi tujuan utama pedagang kue dari berbagai daerah untuk kulakan. Aneka jajanan khas Jawa Timur tersedia dengan harga terjangkau.

Mulai dari klepon, lemper, nagasari, hingga kue lumpur dan pastel, tersusun rapi di lapak-lapak sentra jajanan. Bahkan roti modern seperti donat, roti gulung, hingga roti pizza ikut meramaikan etalase.

Bacaan Lainnya

Harga jajanan tergolong murah, berkisar Rp 1.100 hingga Rp 3.000 per buah. Faktor ini menjadikan pasar tetap ramai, termasuk selama Ramadan.

Jejak Sejarah dari Area Pemakaman

Nama Pasar Kembang tidak lahir tanpa sejarah. Dahulu, kawasan ini merupakan area pemakaman yang luas, bahkan membentang hingga Putat Jaya.

“Sebelum tahun 1950-an kawasan di sekitar Pasar Kembang itu makam. Area makamnya sangat luas, bahkan sampai ke Putat Jaya. Nah, area makam yang luas itu tentunya pedagang kembang (bunga) kuburan juga sangat banyak. Itu kenapa akhirnya dikenal dengan nama Pasar Kembang,” ujar Kuncarsono Prasetyo, Pemerhati Sejarah Kota Surabaya, dikutip Senin (2/3/2026).

Saat itu para pedagang bunga berjualan di lapak sederhana tanpa bangunan permanen.

Memasuki awal 1970-an, kawasan pemakaman berangsur menjadi permukiman warga. Jumlah pedagang bunga pun menyusut.

Transformasi Jadi Sentra UMKM

Pada akhir 1970-an, bangunan pasar permanen dibangun untuk memenuhi kebutuhan pokok warga. Pasar ini bahkan sempat dilengkapi bioskop di lantai dua.

Namun bioskop tersebut tutup pada awal 2000-an karena minim penonton.

“Sejak bioskop tutup otomatis di lantai dua kosong. Nah, sama Pemkot akhirnya dibangun dan difungsikan sebagai sentra jajanan tradisional dari UMKM,” kata Kuncar.

Sejak itu, Pasar Kembang bertransformasi menjadi pusat grosir jajanan tradisional. Aktivitasnya berlangsung sejak dini hari hingga pagi.

Pasar ini kini menjadi simpul distribusi kue tradisional bagi pedagang di Surabaya dan sekitarnya. Di tengah perubahan kota, Pasar Kembang tetap kokoh sebagai pasar legendaris yang bertahan lintas generasi. ***

Pos terkait