Daftar Obat Ini Direkomendasikan Untuk Dibawa Jamaah Haji

Ilustrasi obat-obatan. FOTO: Canva
SURABAYA–Kepala Seksi Lansia, Disabilitas, Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) daerah kerja Madinah, Leksmana, menyebut ada beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji asal Indonesia. Jamaah direkomendasikan untuk mempersiapkan beberapa jenis obat.

Pertama adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang disebabkan oleh berbagai macam kondisi.

“Karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah.” kata Leksmana dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (13/5/2024).

Selain itu, gangguan pencernaan seperti diare, muntah, sakit perut menjadi langganan karena perubahan pola makan dan air minum yang berbeda.

Bacaan Lainnya

“Dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai,” imbuhnya.

Leksmana juga menyebutkan jika dehidrasi menjadi risiko yang serius jika jemaah tak cukup minum air. Dehidrasi akut ini bisa terjadi karena cuaca panas di Makkah dan Madinah yang sangat panas.

Selain itu, penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi. “Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi.” ujarnya.

Serta trauma atau cedera, terutama karena kerumunan besar dalam melakukan ritual seperti tawaf dan melempar jumrah,” imbuh dia.

Untuk itu, ia merekomendasikan beberapa obat yang disarankan untuk dibawa oleh jemaah haji yaitu; obat antidiare, obat pencernaan, obat pereda nyeri, obat alergi, obat untuk masalah kulit, obat flu dan batuk, serta obat pribadi yang biasa dikonsumsi untuk kondisi kesehatan tertentu. Seperti obat untuk tekanan darah tinggi, diabetes, jantung atau kondisi medis lainnya.■

Pos terkait