Citra Palsu, Peluang Cuan, dan Potensi Bangkrut Mendadak di Balik Bukber Masa Kini

Ilustrasi bukber masa kini. FOTO: Generative AI
Jadilah Orang Kaya Beneran, Bukan Terlihat Kaya

Motivator Jim Rohn pernah mengatakan: “Anda adalah rangkuman dari lima orang terdekat Anda. Artinya, bisa dikatakan bahwa lingkaran pertemanan bisa memengaruhi sikap, sifat, kebiasaan, dan kecerdasan.

Anda memang bisa memilih lingkungan pertemanan, namun terkadang Anda bisa terjebak di dalamnya.

Bacaan Lainnya

Misalnya, Anda sebelumnya adalah orang yang hemat dan melek keuangan, tetapi begitu pindah tempat kerja, Anda menjadi orang yang boros dan ceroboh mengelola finansial. Pasalnya, teman-teman kerja Anda di tempat baru ternyata kurang bijak dalam mengelola keuangan.

Lambat laun Anda pun menganggap pengelolaan keuangan mereka adalah hal yang “normal”. Dan tanpa disadari, makin hari Anda pun makin menganggap remeh pengelolaan keuangan itu.

Terkait dengan fenomena flexing di ajang bukber, ketika teman-teman Anda memang hobi memamerkan segala hal yang mereka miliki atau capai, maka besar kemungkinan Anda akan terseret dalam aktivitas yang tidak sehat tersebut.

Akibatnya, Pengeluaran gaya hidup Anda bisa saja meroket karena kebahagiaan semu tersebut. Situasi itu akhirnya membuat Anda kesulitan menabung atau berinvestasi.

Bagi beberapa orang, barangkali setelah mendapati temannya telihat lebih sukses—biasanya dilihat dari barang-barang dan aksesoris yang dibawa—dia merasa ‘terganggu’ dan timbul keinginan untuk melakukan hal yang sama. Tujuannya biar tidak ‘merasa kalah’.

Namun, di sisi lain, finansialnya tidak mendukung. Akhirnya, demi ‘harga diri’, orang tersebut nekat menggunakan fasilitas pembiayaan untuk membeli atau menyewa barang-barang yang dia rasa bisa ‘mengangkat derajat’ sosialnya.

Walhasil, utangnya bertambah. Kekayaan bersihnya pun tergerus karena dia memiliki utang konsumtif.

Bagi orang-orang yang punya kecenderungan psikologis seperti ini, barangkali petuah yang cukup terkenal dan cukup menohok dari politisi Kanada, Norm Kelly, ini perlu diingat: “Jangan sampai Anda jatuh miskin agar terlihat layaknya orang kaya.”

Kaya harta dengan terlihat kaya tentu dua hal yang berbeda. Setiap orang bisa terlihat kaya di mata orang lain, terlepas dari berapa besarnya harta yang dimilikinya.● BERBAGAI SUMBER

Pos terkait