Asisten Deputi Bidang Perekonomian Makro, Perencanaan Pembangunan, dan Pengembangan Iklim Usaha Kementerian Koordinator Perekonomian Roby Arya Brata berpendapat jika tudingan terhadap rokok sebagai penyebab stunting harus dilihat secara utuh.
“Kalau dikaitkan dengan stunting, sebabnya multifaktor. Tetapi kita sudah berhasil menurunkan angka stunting, meskipun masih jauh dari target. Karena itu, harus ada riset yang tepat dan komprehensif yang dapat mengakomodir semua kepentingan,” kata Roby.
Sedangkan Budayawan Mohamad Sobary berpendapat, menghubungkan penyebab stunting dengan rokok adalah sesuatu yang terlalu jauh. “Ibarat jarak bumi dengan Mars,” katanya.
Menurutnya, stunting sudah ada dari beberapa abad lalu, tetapi jumlahnya sangat kecil. Di lain sisi, sejak dulu juga sudah ditemukan orang merokok.
“Kalau kita melakukan sesuatu academic contemplation, kita akan menemukan terlalu jauh menghubungkan rokok dengan stunting,” tegas Sobary.
Jadi, jelas ya.





