Cek Fakta: Benarkah Rokok Menyebabkan Stunting?

Artinya, kata penelitian itu, konsumsi rokok meningkat sekitar 2 persen, mengambil alih pengeluaran untuk beras, protein, dan sumber lemak, serta pendidikan yang disebut terus menurun.  

Penelitian PKJS-UI juga menarasikan bahwa cara pengalokasian tersebut sangat memengaruhi perkembangan masa depan anak-anak dalam hal berat badan, tinggi badan, dan kemampuan kognitif.

Bacaan Lainnya

Penelitian tersebut juga mencantumkan survei yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut hasil survei tersebut, jika dilihat dari catatan statistik barang konsumsi di Indonesia, belanja makanan bergizi berada di bawah belanja rokok.

“Ini artinya, jika belanja rokok dikurangi, bahkan dihilangkan sama sekali, kesempatan keluarga miskin untuk belanja makanan bergizi akan jadi lebih besar. Dan inilah syarat utama menghindari stunting. Dari sini terlihat tarik menarik yang kuat antara konsumsi rokok, kejadian stunting, dan kemiskinan,” kata Kasubdit Kerawanan Sosial BPS Ahmad Avenzora, sebagaimana dikutip dalam laporan penelitian PKJS.

Sementara itu, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI sekaligus penanggung jawab penelitian tim riset PKJS Teguh Dartanto, PhD menyebut, anak-anak yang tinggal di rumah dengan orang tua perokok kronis, atau tinggal dengan perokok transien, cenderung memiliki pertumbuhan berat dan tinggi badan lebih lambat dibandingkan mereka yang tinggal di rumah tangga tanpa orang tua perokok.

Menurut Teguh, penelitian ini menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal dengan orang tua yang tidak merokok akan tumbuh 1,5 kg lebih berat dan 0.34 cm lebih tinggi daripada mereka yang tinggal dengan orang tua perokok kronis.

Pos terkait