Uwi, pangan asli Nusantara, kini justru dirawat dunia. Kisah lupa Indonesia dan pelajaran kemandirian pangan dari Nigeria.
Whoosh membengkak dari USD4,5 miliar ke USD7,27 miliar. Tapi beda dari pola economic hit man 1970-an, kritiknya terbuka — dan jadi bahan evaluasi kebijakan.
Headline
Kategori: Wawasan
Memperluas Khazanah Pengetahuan Umum, Biar Enggak Gagal Paham
Uwi Bukan Ubi, Peneliti Nilai Kesalahan Kolektif Ini Merugikan Pangan Lokal
Uwi kerap disamakan dengan ubi, padahal berbeda secara ilmiah dan historis. Peneliti menilai kesalahan kolektif ini merugikan data pangan, kebijakan diversifikasi, dan pelestarian umbi lokal Indonesia.
Shiddiqiyyah dan Jejak Kejujuran Iman: Dari Peristiwa Isro’ Mi’roj hingga Bangkit di Jombang
Jejak Thoriqoh Shiddiqiyyah berawal dari sikap membenarkan Isro’ Mi’roj, berkembang di Timur Tengah, dan bangkit kembali dari Ploso, Jombang, sebagai ajaran spiritual yang berpadu dengan kemanusiaan sosial.
Shiddiq di Saat Krisis: Ketika Jujur Jadi Pilihan Terberat
Menjelang Hari Shiddiqiyyah 2026, krisis ekonomi memperlihatkan bagaimana kejujuran diuji di level individu hingga kebijakan publik.
Refleksi Hari Shiddiqiyyah: Shiddiq di Era Angka
Refleksi Hari Shiddiqiyyah tentang kejujuran di balik data kemiskinan dan biaya hidup Indonesia, antara statistik resmi dan realitas sosial.
Uwi Terpinggirkan, Beras Diutamakan: Politik Pangan yang Tak Netral
Sejarah kebijakan pangan Indonesia menunjukkan beras diprioritaskan, sementara uwi dan umbi lokal tersingkir secara struktural.
Survei Kemenag-Alvara: Gen Z Lebih Toleran Dibanding Gen X dan Milenial
Survei Kemenag 2025 mengungkap Generasi Z paling toleran antaragama dan unggul dalam sikap menolak persekusi.
BNPT Ungkap Radikalisasi Anak di Medsos Hanya Perlu 3–6 Bulan
BNPT mencatat radikalisasi anak kini hanya butuh 3–6 bulan lewat media sosial dan gim online, dipicu algoritma dan konten ekstrem.
Kenapa Uwi Lebih Strategis dari Ubi untuk Ketahanan Pangan Indonesia?
Uwi dinilai lebih strategis dari ubi sebagai cadangan pangan nasional karena tahan simpan, minim input, dan berpotensi menggantikan terigu impor di tengah krisis global.
Bisnis Kuliner dan Risiko Pencucian Uang: Mengapa Sektor Ini Rawan?
PPATK menilai bisnis kuliner berisiko TPPU karena transaksi tunai, fleksibilitas omzet, dan lemahnya jejak audit.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









