Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan rakyat untuk lepas dari penjajahan secara budaya, hukum, sosial, politik, dan ekonomi. Setelah itu barulah bangsa menyusun negara yang merdeka dan berkedaulatan rakyat.
Misteri letusan Krakatau purba 416 M dalam naskah Ronggowarsito. Mengungkap apakah Kitab Raja Purwa berisi ramalan atau rekaman sejarah bencana.
Headline
Kategori: Wawasan
Memperluas Khazanah Pengetahuan Umum, Biar Enggak Gagal Paham
Dari Snouck ke Globalisasi — Pahami Cara Kolonial ‘Menghapus’ Bangsa Indonesia
Setiap 17 Agustus, kita kibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Tapi, jika yang kita rayakan hanyalah “negara”, bukan bangsa, maka kemerdekaan kita perlahan jadi semu.
Agus Sunyoto: “Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus Itu Pembodohan Sejarah”
Manipulasi sejarah ini disebut terhubung dengan agenda globalisasi yang menghapus identitas kebangsaan.
Bangsa dan Negara Sering Disamakan, Padahal Berbeda — Simak Penjelasannya, Biar Tak Salah Paham
Kesalahan memahami keduanya bisa berakibat pada kekeliruan dalam melihat dinamika politik dan kehidupan bernegara, termasuk dalam merumuskan arah pembangunan nasional, menjaga integrasi sosial, hingga menyikapi konflik identitas.
Prabowo Tetapkan 18 Agustus Libur Nasional, Anhar Gonggong Mengingatkan Kembali: Itu Hari Lahirnya NKRI
Dalam teks Proklamasi, subjek yang digunakan jelas: “Kami Bangsa Indonesia…” — tidak disebut “kami pemerintah” atau “kami negara”.
Dari Sukarno ke Prabowo: Kilas Balik Jejak Pengampunan Politik di Indonesia
Dari amnesti Bung Karno kepada para pemberontak PRRI-Permesta hingga amnesti Prabowo kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong, tampak jelas bahwa instrumen pengampunan selalu digunakan dalam momen-momen penting sejarah politik Indonesia.
Kwik Kian Gie Tutup Usia, Sahabat Gus Dur yang Pernah Jadi “Jenderal Ekonomi” dan Dianggap Mengkhianati
Bagi banyak orang, Kwik bukan hanya seorang pengamat ekonomi yang tajam dan tegas. Ia juga sahabat dekat Gus Dur. Hubungan keduanya dibangun jauh sebelum keduanya masuk ke dunia politik.
Rempah-Rempah: Komoditas Kecil yang Menggerakkan Roda Sejarah Kapitalisme Dunia
Rempah menjadi poros yang memutar roda ekonomi global dan memetakan ulang peta kekuasaan dunia.
Jejak Lahir Bung Karno di Jombang Kian Kuat, Sejarawan Sukarnois: Waktunya Sejarah Ditulis Ulang
Roso sendiri pernah terlibat dalam prosesi peletakan prasasti Pandean sebagai tempat kelahiran Bung Karno. Namun, setelah munculnya data dari Jombang, ia memutuskan untuk turun langsung dan menelusuri ulang.
Cengkeraman Dolar Mulai Longgar, Dunia Tak Lagi Takut Berpaling
China, Rusia, India, Brasil, dan banyak negara lain mulai melangkah menjauh dari dolar. China mendorong penggunaan yuan dalam perdagangan bilateral. Rusia beralih ke rubel dan yuan setelah dijatuhi sanksi Barat.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









