Jejak Lahir Bung Karno di Jombang Kian Kuat, Sejarawan Sukarnois: Waktunya Sejarah Ditulis Ulang

ILUSTRASI ini dibikin dengan AI. | Samudrafakta
Sejarawan sekaligus Sukarnois, Roso Daras, menyebut bukti kelahiran Bung Karno di Jombang makin lengkap dan layak jadi bahan penulisan ulang sejarah nasional yang kini digarap Kemendikbud.

_____________

Sejarawan Sukarnois, Roso Daras, menilai temuan data yang menguatkan Jombang sebagai tempat kelahiran Sang Proklamator makin solid. Menurutnya, isu ini bisa jadi perbincangan nasional bahkan trending topic.

“Bung Karno kembali menjadi topik. Isunya seputar tempat dan tahun kelahiran Bung Besar,” ujar Roso kepada Samudrafakta, Selasa, 15 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Versi sejarah arus utama selama ini menyebut Bung Karno lahir di Pandean, Surabaya, pada 6 Juni 1901. Namun, komunitas Titik Nol Sukarno di Jombang menyodorkan versi berbeda: 6 Juni 1902, di Ploso, Jombang. 

Versi tersebut didukung oleh dokumen pendaftaran kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB), catatan pribadi ayahnya Raden Soekeni, serta kesaksian keturunan saksi mata.

“Komunitas Jombang menyajikan data lebih detail. Tak hanya dokumen tertulis, tapi juga video testimoni keturunan saksi,” ujar Roso—yang juga pendiri Yayasan Aku dan Sukarno.

Roso sendiri pernah terlibat dalam prosesi peletakan prasasti Pandean sebagai tempat kelahiran Bung Karno. Namun, setelah munculnya data dari Jombang, ia memutuskan untuk turun langsung dan menelusuri ulang.

Roso Daras ketika mendatangi lokasi yang diyakini komunitas Titik Nol Soekarno sebagai tempat lahir Sang Proklamator, di Gang Buntu, Rejoagung, Ploso, Jombang, sekitar akhir tahun 2024. | Dok. Istimewa

“Saya ikut audiensi ke Guruh Soekarnoputra bersama Dinas Pendidikan dan Tim Ahli Cagar Budaya Jombang. Diskusinya berlangsung dua arah, hasilnya status quo,” katanya.

Meski belum ada keputusan final, Roso menilai polemik ini sehat dalam kerangka dialektika sejarah. Menurutnya, sejarah bersifat dinamis dan akan menemukan kebenarannya sendiri lewat proses terbuka dan ilmiah.

Menariknya, versi kelahiran Bung Karno di Jombang pernah pula disampaikan oleh mendiang Rachmawati dan Sukmawati Soekarnoputri. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa narasi alternatif ini layak dikaji serius.

Pos terkait