Temuan sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso dinilai berpotensi menjadi sumber pembangunan sosial dan ekonomi Jombang.
Pengamat kesejahteraan sosial dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, M. Izzul Haq, menilai temuan data sejarah bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang, bukan sekadar perdebatan akademik. Temuan itu disebut sebagai modal sosial dan kultural yang bernilai strategis.
Menurut akademisi yang akrab disapa Gus Izzul tersebut, sejarah dapat menjadi sumber daya pembangunan jika diakui dan dikelola secara serius. Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang merespons temuan tersebut dengan langkah konkret.
Ia menyebut penetapan situs terkait sebagai cagar budaya perlu segera dilakukan. Perlindungan hukum dinilai penting sebagai dasar pengelolaan berkelanjutan, termasuk membuka peluang pengakuan internasional melalui UNESCO.
“Langkah ini penting bukan hanya untuk pelestarian sejarah, tetapi juga membangun identitas dan kebanggaan kolektif masyarakat Jombang bagian utara,” ujar Gus Izzul kepada Samudrafakta, Selasa (20/1/2026).
Sejarah sebagai Strategi Pemberdayaan
Lebih lanjut, Gus Izzul menilai pengembangan wisata sejarah di Ploso perlu dibaca sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Pembangunan berbasis sejarah, menurutnya, harus memberi dampak langsung bagi warga sekitar.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memperkuat kapasitas warga dan memperluas akses ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, wisata edukasi sejarah Bung Karno berpotensi menggerakkan UMKM lokal, membuka lapangan kerja, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas.
“Jika dirancang inklusif dan berkelanjutan, sejarah tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi menjadi jalan nyata meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Jombang hari ini dan ke depan,” tegasnya.





