“MPR sudah memberi gelar Bapak Pembangunan. Itu gelar tertinggi dari lembaga tertinggi negara saat itu. Dan tidak akan ada lagi yang dapat,” ujarnya.
Anhar menambahkan, pemberian gelar Pahlawan Nasional bukan soal penghormatan simbolik, tetapi harus menjadi sarana pendidikan moral bagi bangsa.
“Itu enggak ada artinya buat Pak Harto karena beliau sudah meninggal. Tapi artinya besar untuk masyarakat yang hidup sekarang,” katanya.
Asvi Warman Adam: Gelar Pahlawan Melekat Selamanya
Sejarawan Asvi Warman Adam juga pernah menyampaikan, gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar urusan administratif, melainkan warisan moral yang melekat selamanya.
“Gelar pahlawan nasional adalah warisan yang tidak bisa dicabut,” ujarnya pada tahun 2018.
Karena itu, menurut Asvi, penganugerahan gelar harus mempertimbangkan reputasi moral dan integritas sejarah. Sekali diberikan, gelar itu menjadi cermin nilai bangsa terhadap tokoh yang dianggap layak diteladani.
Gus Ipul: Prabowo Umumkan Nama Pahlawan pada Senin
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut, Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan nama-nama penerima gelar Pahlawan Nasional pada Senin (10/11) pukul 16.00 WIB.
“Prosesnya sudah berjenjang, mulai dari kabupaten, provinsi, ke Kemensos, lalu Dewan Gelar. Semua sudah dilalui. Siapapun yang ditetapkan Presiden tentu sudah sangat memenuhi syarat,” kata Gus Ipul, Ahad (9/11).***





