Buntut Polemik PCNU Jombang, PBNU Copot Wakil Ketua PWNU Jawa Timur

Acara yang digelar bersamaan dengan halalbilahal di Gedung Serbaguna PCNU Jombang juga dihadiri oleh Bupati Jombang Munjidah Wahab dan beberapa pejabat pemkab, serta jajaran perwakilan Forkopimda Jombang.

Kepengurusan PCNU Jombang sendiri sempat vakum hampir setahun. Hingga akhirnya sempat terbentuk pengurus karteker, pelaksanaan konferensi cabang (Konfercab) tidak terlaksana. 

Maka, PBNU pun langsung menunjuk pengurus definitif. Namun, masa tugasnya terbatas. Jika normalnya 5 tahun, pengurus definitif ini hanya setahun. Tugas utama mereka adalah menyiapkan pelaksanaan Konfercab.

Bacaan Lainnya

Sesuai Surat Keputusan (SK) PBNU yang berlaku mulai 8 Mei 2023 – 8 Mei 2024, yang ditunjuk sebagai Ketua Tanfdziah PCNU Jombang adalah KH. Fahmi Amrullah Hadzik. Sementara yang menjadi sekretaris adalah A.H. Hamdah. 

Sementara itu, yang menjadi Rais Syuriah adalah KH. Achmad Hasan dan Katib Syuriahnya adalah Dr. KH. Sholahudin Faturrahohman. Namun, belakangan katib syuriah memilih mundur.

Pelantikan PCNU Jombang yang merupakan penunjukan langsung dari PBNU itu menuai polemik dari sejumlah pihak. Beberapa gus, tokoh, dan warga Nahdliyyin mengirimkan surat terbuka ke PBNU memprotes keputusan tersebut. 

Mereka menolak penunjukkan pengurus PCNU Jombang. Salah satunya alasannya adalah, lantaran pengurus itu tidak dipilih melalui Koncercab sebagaimana mestinya—melainkan melalui penunjukan langsung oleh PBNU.

Dinamika yang terjadi di PCNU Jombang tersebut mendapat atensi luas, mengingat Jombang merupakan tempat lahir tiga muassis (pendiri) NU, yaitu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari (Tebuireng), KH. Wahab Chasbullah (Tambakberas), dan KH. Bisri Syansuri (Denanyar). 

(CNN | Toni)

Pos terkait