Beredar isu Bahlil Bakal Geser ke Menko Perekonomian, ‘Spesialis Pengganti’ Airlangga?

Isu tata ulang kabinet kembali santer. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diisukan bakal jadi Menko Perekonomian, menggantikan Airlangga Hartarto yang pindah jadi Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat. | Ilustras/Sora/Samudra Fakta
Isu perombakan kabinet kembali mencuat. Kabar yang santer beredar adalah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bakal ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Posisi Menko Perekonomian yang ditinggalkannya disebut-sebut bakal diisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

__________

Airlangga Hartarto, saat dikonfirmasi terkait isu tersebut, memilih tak memberikan komentar. Ketika ditanya awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 Mei 2025, dia hanya menjawab singkat, “Enggak paham,” sambil tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju rapat terbatas.

Sementara Bahlil, di lokasi yang sama, menegaskan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. “Kita itu jangan berpikir bertindak melampaui batas kewenangan. Kewenangan semua itu adalah hak prerogatif bapak presiden,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Terlepas dari jawaban mengambang keduanya, bila isu ini benar, maka bisa dikatakan untuk kedua kalinya Bahlil menjadi ‘pengganti’ Airlangga.

Sebagaimana diketahui, Bahlil menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga yang  mengundurkan diri  pada Agustus 2024. Airlangga mundur menjelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang dijadwalkan pada Desember 2024.

Dalam Munaslub tersebut, Bahlil Lahadalia disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi Airlangga—dan akhirnya benar-benar terpilih.

Pergeseran posisi yang melibatkan keduanya bisa dibilang terulang lagi bila reshuffle itu benar-benar terealisasi—hanya saja dalam konteks insititusi yang berbeda dari sebelumnya.

Soal isu kocok ulang kabinet ini, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menyatakan partainya tidak pernah membahasnya. Alasannya, “Karena kami menyadari itu bukan kewenangan kami,” kata Sarmuji.***

Pos terkait