Di sisi kebijakan, Kemendikbud sendiri sudah lama mendorong penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS)—kemampuan berpikir logis, reflektif, mengambil keputusan mandiri, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan pada situasi baru.
Artinya: standar pendidikan modern bergerak ke arah analisis dan pemecahan masalah. Tetapi lomba yang dimaksudkan untuk menginternalisasi konstitusi masih beroperasi dengan logika hafal-cepat-tunduk-juri.
Paradoks yang Diam-diam Menghantui
MPR memosisikan LCC Empat Pilar sebagai sarana menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyebut LCC sebagai cara efektif untuk menginternalisasi nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—khususnya bagi Gen Z yang menghadapi era disrupsi.
“LCC bukan sekadar lomba, diharapkan kegiatan ini menjadi cara yang efektif untuk menginternalisasi empat pilar MPR RI sehingga tantangan besar Gen Z menghadapi era disrupsi dapat terkoreksi.”
Pernyataan itu terdengar mulia. Tetapi pertanyaannya: internalisasi seperti apa yang sedang dibangun, jika format lombanya sendiri tidak mampu membedakan antara peserta yang paham substansi konstitusi dengan peserta yang hanya lebih lancar pengucapannya?
Nilai konstitusi bukanlah hafalan. Ia adalah cara memandang kekuasaan, keadilan, dan hak warga. Pasal 23F bukan sekadar kalimat yang harus dilafalkan dengan sempurna—ia adalah prinsip checks and balances, tentang mengapa lembaga pengawas keuangan negara tidak boleh dipilih oleh eksekutif sendiri.
Jika lomba yang dimaksudkan menginternalisasi konstitusi justru menghukum pemahaman yang benar karena soal artikulasi suara—maka ada yang salah bukan pada pesertanya, melainkan pada cara kita memandang apa itu “cerdas”.
Siapa yang Diuntungkan, Apa yang Perlu Diubah
Insiden Kalbar menunjukkan tiga kelemahan sekaligus.
Pertama: absennya sistem verifikasi. Tidak ada rekaman audio yang bisa diputar ulang. Protes menjadi tidak lebih dari kata melawan kata. Sebuah lomba nasional yang berjalan tanpa infrastruktur dasar objektivitas.





