Dalam Dialog Kebangsaan di Sanggar Budaya Sasono Panji Saputro, Wates, Kamis malam, 16 Agustus 2018, Agus kembali menegaskan, 17 Agustus bukan hari lahir negara RI, melainkan hari merdeka bangsa Indonesia.
“NKRI lahir 18 Agustus 1945. Yang dijajah adalah bangsa, karena negara belum ada,” katanya.
Namun, ia menilai bangsa Indonesia belum benar-benar merdeka. Ia mengutip istilah Bung Karno soal Neo-Kolonialisme Imperialisme (Nekolim). “Penjajah kini tak datang bawa senjata, tapi cukup bawa modal dan membuat rakyat kita jadi kuli di negeri sendiri.”
Mengakhiri pernyataannya, Agus menyerukan perlawanan terhadap dominasi neoliberalisme dan penghapusan identitas bangsa. “Jangan biarkan generasi muda tunduk pada nilai-nilai palsu yang ditanamkan komprador neolib,” pungkasnya.***





