Anhar Gonggong menyerukan hukuman mati bagi pelaku perusakan hutan pemicu banjir Sumbagut. KemenLHK mengungkap pola kejahatan kehutanan yang memperparah kerusakan hutan di Sumatera.
Tag: Anhar Gonggong
Menggali Ulang Api Kemerdekaan: Kisah Debat Sengit Proklamasi, Kekuatan Fatwa Jihad, dan Bahaya Lupa Sejarah
Dalam Tasyakuran Hari Pahlawan di Surabaya, tiga pakar membahas bahaya pengaburan sejarah, kekuatan fatwa jihad 1945, dan pentingnya kedewasaan berpolitik sebagai fondasi menjaga semangat kebangsaan Indonesia.
Sejarawan Anhar Gonggong Kritik Polisi Sita Buku Romo Magnis dari Tersangka Demo Ricuh
Anhar mengingatkan bahwa penyitaan buku tanpa memahami isinya bisa memunculkan masalah baru.
Ruwatan Negara Lahirkan Petisi 18 Agustus Ditetapkan sebagai Hari Berdirinya NKRI
Sejarawan nasional Anhar Gonggong—yang juga hadir dalam Ruwatan Negara—menegaskan bahwa Indonesia harus membedakan antara kemerdekaan dan berdirinya negara.
“Kemerdekaan Baru Dinikmati Segelintir Orang” – Anhar Gonggong Mengkritisi Makna ‘Indonesia Merdeka’
Bagi Anhar, kemerdekaan Indonesia baru sebatas simbol. Yang menikmati hanyalah segelintir orang: pejabat dan elite yang duduk di kursi kekuasaan.
Ruwatan Negara Angkat Tema “Indonesia Mercusuar Perdamaian Dunia”, Anhar Gonggong Turut Bicara
Panitia membuka seminar ini untuk umum, tanpa biaya pendaftaran, serta menyiapkan 2.000 hingga 4.000 porsi makan gratis bagi masyarakat yang hadir.
Agus Sunyoto: “Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus Itu Pembodohan Sejarah”
Manipulasi sejarah ini disebut terhubung dengan agenda globalisasi yang menghapus identitas kebangsaan.
Bangsa dan Negara Sering Disamakan, Padahal Berbeda — Simak Penjelasannya, Biar Tak Salah Paham
Kesalahan memahami keduanya bisa berakibat pada kekeliruan dalam melihat dinamika politik dan kehidupan bernegara, termasuk dalam merumuskan arah pembangunan nasional, menjaga integrasi sosial, hingga menyikapi konflik identitas.
Sejarawan UI Yon Machmudi: Republik Indonesia Lahir 18 Agustus, Bukan 17 Agustus
Ia menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan 18 Agustus sebagai hari libur nasional.
Prabowo Tetapkan 18 Agustus Libur Nasional, Anhar Gonggong Mengingatkan Kembali: Itu Hari Lahirnya NKRI
Dalam teks Proklamasi, subjek yang digunakan jelas: “Kami Bangsa Indonesia…” — tidak disebut “kami pemerintah” atau “kami negara”.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









