SURABAYA | SAMUDRA FAKTA – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menggandeng puluhan pengusaha yang berada di kawasan Kampung Pecinan, Kya-kya Jalan Kembang Jepun Surabaya, untuk bergotong-royong dan berkolaborasi bersama. Utamanya dalam meramaikan kawasan Kya-kya Kembang Jepun Surabaya sebagai destinasi wisata.
“Saya ingin kampung Kya-kya Kembang Jepun bergerak seperti di Jalan Tunjungan. Setelah Jalan Tunjungan itu saya buka, para pemiliknya merombak menjadi tempat-tempat usaha seperti kafe dan sebagainya, dan akhirnya menjadi ramai,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, dikutip Jumat, 13 Oktober 2023.
Karenanya, kata Eri, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga ingin memunculkan kawasan Kembang Jepun benar-benar menjadi Kampung Pecinan. Nah, untuk mewujudkan itu, Pemkot mengajak kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pengusaha yang ada di sekitarnya.
“Jadi, saya minta tolong yang mengecat adalah pemilik bangunan sehingga mengubah wajah kota. Saya juga ingin hilangkan kesan kumuh kawasan Kembang Jepun. Kita akan pasang lampu-lampu di sana yang identik seperti di Cina, kalau Tunjungan seperti Eropa,” kata dia.
Untuk semakin menguatkan identitas Kampung Pecinan, Walikota Eri pun meminta setiap pemilik usaha memasang papan nama toko berbahasa Mandarin dan Indonesia. Hal ini bertujuan untuk lebih menguatkan kembali identitas kawasan itu sebagai Kampung Pecinan.
“Kalau ingin meramaikan Kembang Jepun, maka daerah pertokoan itu dikasih tulisan Bahasa China dan Indonesia. Sehingga ini akan menjadi tempat wisata sendiri dan tidak mati,” ujarnya.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa sendiri dalam menggeliatkan destinasi wisata Kampung Pecinan. Karena itu, dibutuhkan dukungan dan peran serta para pemilik usaha atau pertokoan di wilayah setempat.
“Jadi, membangun Surabaya itu butuh gotong-royong, karena tidak mungkin pemerintahnya sendiri. Kawasan-kawasan itu ingin kita bangun dengan bantuan para pemilik. Makanya hari ini saya kumpulkan semua agar bergerak dari hati ke hati, untuk menjaga rumahnya,” tuturnya.





