BNPB: Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang

Kerusakan parah pada jalan dan infrastruktur di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, akibat gempa M7,7. (Dok. BNPB)

BNPB mencatat 53 orang meninggal dan 135 luka-luka akibat gempa magnitudo 7,7 yang meluluhlantakkan Flores, NTT. Ribuan warga masih mengungsi.

Angka korban gempa di Nusa Tenggara Timur terus bertambah sejak guncangan pertama mengoyak Flores, Sabtu (15/8/2026) pagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, hingga Minggu (16/8/2026) sore, korban meninggal dunia mencapai 53 orang — naik dari 47 orang pada pembaruan pagi hari yang sama.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan pembaruan itu dalam konferensi pers daring. “Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” katanya.

Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai dengan 25 jiwa, disusul Manggarai Timur 20 jiwa. Sisanya tersebar di Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu jiwa.

Bacaan Lainnya

Ribuan Mengungsi, Fasilitas Kesehatan Rusak

Selain korban jiwa, 135 orang terluka kini dirawat di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Gempa juga memaksa 9.290 warga meninggalkan rumah dan tinggal di titik-titik pengungsian darurat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan