Paparan suhu tinggi dan kurangnya asupan cairan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari biang keringat hingga sengatan panas yang berpotensi fatal.
Cuaca panas yang melanda sejumlah daerah di Indonesia perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan penyakit terkait panas atau heat-related illness. Paparan suhu tinggi dari lingkungan serta kurangnya asupan cairan tubuh menjadi faktor utama munculnya gangguan tersebut.
Masalah kesehatan ini berkisar dari yang ringan hingga dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai saat cuaca panas.
Gangguan Kulit dan Sakit Kepala
Biang keringat muncul saat keringat terperangkap di bawah lapisan kulit. Kondisi yang juga disebut ruam panas ini umum terjadi di negara beriklim tropis karena suhu tinggi dan kelembapan membuat kulit mudah berkeringat. Ketika pori-pori tersumbat, keringat tertahan dan meradang, menimbulkan benjolan kecil disertai rasa gatal dan perih, terutama di leher, bahu, dada, dan lipatan tubuh.
Kulit terbakar matahari juga berisiko tinggi jika terpapar sinar ultraviolet pada pukul 10.00 hingga 14.00, saat intensitas UV mencapai puncaknya. Gejalanya berupa kulit merah, gatal, dan terasa panas. Pada kasus yang lebih parah, dapat muncul lenting hingga pembengkakan di tangan, kaki, dan wajah.
Sakit kepala akibat panas sering dikaitkan dengan dehidrasi. Saat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit, pembuluh darah termasuk di area kepala mengecil, sehingga memicu rasa nyeri yang tajam. Kondisi ini dapat disertai pusing, mual, dan perasaan ingin pingsan.
Gangguan Lebih Serius
Suhu tinggi dan kelembapan rendah juga dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Di kota besar, polusi udara memperburuk gejala, sementara di wilayah lain asap kebakaran hutan akibat cuaca panas dan kering turut menambah risiko.
Kram otot akibat panas biasanya dialami pekerja luar ruangan atau orang yang berolahraga di tengah cuaca panas. Dehidrasi dan kehilangan elektrolit akibat keringat berlebih menyebabkan ketegangan otot di lengan, kaki, betis, perut, hingga tulang rusuk.





